Akurat Logo

Transformasi Digital Jadi Ikhtiar Pemkot Tangerang Selatan Memperkuat Kedaulatan Informasi

Wahyu SK | 28 April 2026, 19:08 WIB
Transformasi Digital Jadi Ikhtiar Pemkot Tangerang Selatan Memperkuat Kedaulatan Informasi
Kepala Diskominfo Tangsel, TB Asep Nurdin, menyebut Pemkot Tangsel berupaya membangun ekosistem digital yang mengedepankan kredibilitas dan transparansi data. Foto: Diskominfo Tangsel

AKURAT.CO Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengakselerasi transformasi fundamental dalam sistem komunikasi publik, guna menjawab tantangan disrupsi media yang kian agresif.

Di bawah komando Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemkot Tangsel berupaya membangun ekosistem digital yang tidak hanya mengedepankan kecepatan tetapi juga kredibilitas dan transparansi data.

Kepala Dinas Kominfo Pemkot Tangsel, TB Asep Nurdin, memastikan bahwa transformasi ini merupakan evolusi alami dari komitmen panjang pemerintah.

Menurutnya, perjalanan ini dimulai dari Era Digitalisasi Per Layanan pada 2015-2020, di mana tiap dinas membangun aplikasi mandiri. Yang kemudian dikonsolidasikan pada Era Single Domain Terpadu sepanjang 2021-2024 melalui portal resmi kota.

"Kini, sejak 2025, kita telah memasuki Era Satu Ekosistem Percakapan. Semua layanan kini diorkestrasi oleh Tangsel ONE dan Helita. Warga tidak perlu lagi mengunduh banyak aplikasi, cukup satu akses cerdas dan otomatis, termasuk melalui chat Whatsapp yang aktif 24 jam," jelasnya, kepada wartawan di Pamulang, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Arah Pembangunan Tangsel 2027: Fokus Benahi Banjir dan Sampah, Layanan Digital Terpadu Dikebut

Saat ini, Pemkot Tangsel telah memantapkan fondasi layanan digitalnya. Asep Nurdin menjelaskan, transformasi ini telah melahirkan platform nyata yang bisa langsung dirasakan manfaatnya, seperti Simponie Tangsel untuk mengurus lebih dari 73 layanan perizinan secara online, sistem LAPOR! untuk pengaduan warga, hingga portal Pajak Daerah yang memungkinkan pembayaran tanpa harus datang ke kantor.

"Pondasi kami saat ini sudah aktif dan kuat. Selain 73 layanan perizinan, kami memiliki AI Agent HELITA yang siaga 24 jam untuk memberikan informasi kota kepada warga. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam genggaman masyarakat," katanya.

Menuju Smart City Humanis

Menatap masa depan, Asep Nurdin mengungkapkan rencana besar yang terbagi dalam beberapa fase strategis.

Ditargetkan, pada kuartal ketiga tahun 2026, ekosistem digital Tangsel akan diperluas dengan integrasi lebih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serta penguatan notifikasi proaktif kepada warga.

"Pada Q3 2026 nanti kami akan menghadirkan personalisasi layanan dan Dashboard Warga Mandiri. Jadi, sistem yang akan mengingatkan warga, bukan sebaliknya. Puncaknya, pada visi 2027, kami menargetkan terwujudnya Smart City Humanis. Di sana, Tangsel akan menerapkan layanan prediktif berbasis data dengan AI yang semakin mengenal kebutuhan warganya, sehingga kita bisa menjadi benchmark atau barometer bagi kota-kota lain di Indonesia," Asep Nurdin memaparkan.

Baca Juga: Masyarakat Diminta Sabar, Pembangunan PSEL Tangsel Bermanfaat untuk Lingkungan dan Masa Depan

Sementara terkait fenomena echo chamber dan maraknya hoaks tetap menjadi perhatian serius. Diskominfo Tangsel kini menerapkan big data analytics untuk memantau dinamika isu secara real time. Strategi ini memungkinkan pemerintah melakukan langkah preventif sebelum sebuah isu berkembang menjadi krisis informasi.

Asep Nurdin menyadari bahwa integrasi data yang masif membawa risiko keamanan siber yang besar. Oleh karena itu, penguatan tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) menjadi prioritas utama untuk melindungi privasi warga.

"Kedaulatan data warga adalah prioritas tertinggi. Kami terus memperkuat pertahanan siber karena kepercayaan publik sangat bergantung pada seberapa aman sistem yang kami bangun. Di sisi lain, Tangsel ONE menjadi referensi utama warga untuk memverifikasi kebenaran isu," ujarnya.

Transformasi teknologi ini juga diiringi dengan perombakan budaya kerja di internal Pemkot Tangsel. Asep Nurdin menekankan pentingnya budaya kerja yang lincah (agile) bagi para ASN agar mampu mengimbangi ritme perubahan teknologi.

"Teknologi hanyalah instrumen. Esensi dari seluruh upaya ini adalah pengabdian yang lebih nyata. Kami ingin memastikan negara hadir di tengah riuhnya arus informasi digital, memberikan solusi yang inklusif dan mencerahkan bagi seluruh warga," pungkasnya.

Baca Juga: MRT Jakarta Bakal Tersambung Sampai Tangsel, Dibangun Tanpa APBD

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK