Wajah Baru Kantor Lurah Senen, Fasilitas Lebih Nyaman dan Pelayanan Makin Cepat

AKURAT.CO Suasana berbeda terasa di Kantor Lurah Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Warga yang datang tak lagi berdesakan di ruang sempit atau mengantre lama.
Dengan bangunan baru yang lebih luas dan fasilitas lengkap, pelayanan kini terasa lebih cepat, nyaman, bahkan disebut warga seperti 'di rumah sendiri'.
Perubahan ini menyusul peresmian kantor lurah oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Dia menegaskan, kantor kelurahan harus menjadi tempat pelayanan publik yang humanis dan dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Transformasi Pelayanan Publik Pemkot Tangsel, Siap Layani Warga dengan Tangsel One dan HELITA
"Kantor kelurahan bukan sekadar tempat administrasi, tetapi pusat pelayanan publik yang harus membuat warga merasa nyaman," ujar Pramono, Senin (4/5/2026).
Bagi warga Senen, perubahan ini bukan sekadar tampilan gedung. Mereka merasakan langsung dampaknya. Ruang tunggu yang lebih tertata, akses disabilitas, ruang laktasi, hingga area bermain anak membuat berbagai kalangan bisa mengurus keperluan tanpa hambatan.
Tak hanya itu, fasilitas modern seperti sistem keamanan, listrik cadangan, dan panel surya juga menambah kenyamanan sekaligus efisiensi pelayanan. Kantor lurah kini juga menjadi ruang aktivitas warga, mulai dari kegiatan PAUD hingga koordinasi Tiga Pilar di tingkat kelurahan.
Pemprov Jakarta tak hanya meresmikan Kantor Lurah Senen, tetapi juga Kantor Lurah Tanah Tinggi, Semper Barat, dan Sunter Jaya. Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih merata dan inklusif di seluruh wilayah.
Pramono menekankan, perubahan fisik harus diiringi perubahan sikap pelayanan. Dia ingin kantor lurah benar-benar menjadi tempat warga menyampaikan aspirasi dan menyelesaikan persoalan sehari-hari.
"Kalau warga datang dan merasa nyaman seperti di rumah sendiri, maka pelayanan di tingkat paling bawah akan berjalan baik," katanya.
Selain itu, bangunan dirancang ramah bagi semua kalangan dengan fasilitas lift, akses disabilitas, ruang laktasi, hingga area bermain anak guna mendukung pelayanan yang inklusif dan berkeadilan.
"Sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, identitas budaya Jakarta adalah Betawi. Karena itu, saya meminta kantor kelurahan yang direnovasi tetap menonjolkan unsur budaya Betawi sebagai identitas Jakarta," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








