Akurat Logo

Pramono Anung Instruksikan Pasar Jaya Pakai Teknologi Hidrotermal untuk Mengolah Sampah

Okto Rizki Alpino | 11 Mei 2026, 14:07 WIB
Pramono Anung Instruksikan Pasar Jaya Pakai Teknologi Hidrotermal untuk Mengolah Sampah
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meninjau pengolahan sampah menggunakan teknologi hidrotermal di Pasar Kramat Jati, Senin (11/5/2026). Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Perumda Pasar Jaya diminta segera menerapkan teknologi hidrotermal untuk pengolahan sampah di seluruh pasar di Jakarta.

Langkah itu dilakukan agar proses pengolahan sampah di pasar menjadi lebih efektif dan efisien.

Instruksi tersebut disampaikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau pengolahan sampah berteknologi hidrotermal di Pasar Kramat Jati, Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan, saat ini terdapat 153 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya dengan volume sampah mencapai 500 ton per hari. Oleh karena itu, penerapan teknologi pengolahan sampah dinilai mendesak untuk mengurangi penumpukan sampah di pasar.

"Kami akan memberlakukan hal yang sama, baik di Pasar Jaya maupun non-Pasar Jaya. Mereka tetap bertanggung jawab agar pengelolaan sampah dilakukan melalui pemilahan di pasarnya," kata Pramono.

Baca Juga: Sukseskan Gerakan Pilah Sampah di Jakarta, Pramono Bakal Tambah Sarana Prasarana

Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup segera berkoordinasi dengan pengelola pasar untuk mempercepat penerapan teknologi tersebut.

"Saya minta Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengkoordinasikan hal tersebut dengan pasar-pasar yang dikelola Pasar Jaya," ujarnya.

Pramono menegaskan penerapan teknologi hidrotermal harus segera dilakukan tahun ini.

"Mulai sekarang, kalau tahun ini kelamaan," katanya.

Teknologi hidrotermal sendiri adalah pemanfaatan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa proses pembakaran.

Baca Juga: Pramono Pakai Teknologi Hidrotermal, Pengolahan Sampah Organik Pasar Kramat Jati Hanya Dua Jam

Menurut Pramono, penggunaan teknologi ini menjadi jawaban dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, khususnya di pasar tradisional yang menghasilkan sampah organik dengan jumlah besar.

"Ini merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mempercepat proses pengolahan sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.