Akurat Logo

Biadab! Ayah Kandung di Lampung Diduga Cabuli Anak 10 Tahun Berkali-kali Saat Istri Kerja Jadi TKW

Ayu Rachmaningtyas | 16 Mei 2026, 15:49 WIB
Biadab! Ayah Kandung di Lampung Diduga Cabuli Anak 10 Tahun Berkali-kali Saat Istri Kerja Jadi TKW
Ilustrasi pelecehan seksual.

AKURAT.CO Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali menyita perhatian publik.

Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, diduga menjadi korban tindakan tidak manusiawi yang dilakukan ayah kandungnya sendiri saat sang ibu bekerja sebagai pekerja migran di Taiwan.

Perkara tersebut kini telah ditangani Polda Lampung setelah laporan resmi dilayangkan keluarga pada pertengahan Mei 2026.

Berdasarkan keterangan tim pendamping hukum, dugaan kekerasan itu disebut berlangsung berulang kali sejak 2025.

Pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sepi untuk melancarkan aksinya.

Korban yang selama ini memilih diam akhirnya memberanikan diri mengungkap penderitaannya kepada ibu dan keluarganya setelah tak sanggup lagi menahan tekanan serta ancaman dari pelaku.

Dalam proses pendampingan, korban sempat menangis histeris saat menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.

Dengan suara terbata-bata, korban mengaku ketakutan dan menolak bertemu kembali dengan ayah kandungnya.

Baca Juga: FIFA Temui Federasi Iran di Istanbul, Pastikan Timnas Iran Tetap Main di Piala Dunia 2026 di AS

“Takut... enggak mau ketemu lagi,” ujar korban sambil menangis saat menjalani pendampingan bersama tim hukum.

Selain dugaan pelecehan seksual, keluarga juga menduga korban beberapa kali mengalami kekerasan fisik selama tinggal bersama pelaku.

Seluruh pengakuan korban kini telah disampaikan kepada penyidik sebagai bahan pendalaman dalam proses hukum.

Kasus ini semakin ramai diperbincangkan usai video pengakuan korban viral di media sosial.

Dalam video tersebut, korban yang masih duduk di bangku kelas 4 SD mengaku tindakan asusila itu telah terjadi berkali-kali.

Pendamping hukum korban dari tim Hotman Paris Hutapea membenarkan adanya dugaan kekerasan seksual tersebut.

Menurut pihak pendamping, korban akhirnya dijemput keluarga dari sekolah dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman di Bandar Lampung setelah ibu korban mengetahui kejadian itu.

“Pelaku disebut sering mengancam korban agar tidak berani bercerita kepada ibunya,” ujar tim pendamping hukum.

Sementara itu, terduga pelaku disebut sempat mendatangi lokasi tempat korban berada untuk menjemput anaknya.

Baca Juga: Bukan Soal Cerita, Detail Mahkota di Perfect Crown Justru Picu Kemarahan Penonton Korea

Namun, pelaku kemudian diamankan bersama aparat sebelum diserahkan ke Polda Lampung guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum memberikan hukuman tegas sekaligus memastikan perlindungan psikologis bagi korban yang hingga kini masih mengalami trauma mendalam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.