Biadab! Ayah Kandung di Lampung Diduga Cabuli Anak 10 Tahun Berkali-kali Saat Istri Kerja Jadi TKW

AKURAT.CO Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali menyita perhatian publik.
Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, diduga menjadi korban tindakan tidak manusiawi yang dilakukan ayah kandungnya sendiri saat sang ibu bekerja sebagai pekerja migran di Taiwan.
Perkara tersebut kini telah ditangani Polda Lampung setelah laporan resmi dilayangkan keluarga pada pertengahan Mei 2026.
Berdasarkan keterangan tim pendamping hukum, dugaan kekerasan itu disebut berlangsung berulang kali sejak 2025.
Pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sepi untuk melancarkan aksinya.
Korban yang selama ini memilih diam akhirnya memberanikan diri mengungkap penderitaannya kepada ibu dan keluarganya setelah tak sanggup lagi menahan tekanan serta ancaman dari pelaku.
Dalam proses pendampingan, korban sempat menangis histeris saat menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.
Dengan suara terbata-bata, korban mengaku ketakutan dan menolak bertemu kembali dengan ayah kandungnya.
Baca Juga: FIFA Temui Federasi Iran di Istanbul, Pastikan Timnas Iran Tetap Main di Piala Dunia 2026 di AS
“Takut... enggak mau ketemu lagi,” ujar korban sambil menangis saat menjalani pendampingan bersama tim hukum.
Selain dugaan pelecehan seksual, keluarga juga menduga korban beberapa kali mengalami kekerasan fisik selama tinggal bersama pelaku.
Seluruh pengakuan korban kini telah disampaikan kepada penyidik sebagai bahan pendalaman dalam proses hukum.
Kasus ini semakin ramai diperbincangkan usai video pengakuan korban viral di media sosial.
Dalam video tersebut, korban yang masih duduk di bangku kelas 4 SD mengaku tindakan asusila itu telah terjadi berkali-kali.
Pendamping hukum korban dari tim Hotman Paris Hutapea membenarkan adanya dugaan kekerasan seksual tersebut.
Menurut pihak pendamping, korban akhirnya dijemput keluarga dari sekolah dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman di Bandar Lampung setelah ibu korban mengetahui kejadian itu.
“Pelaku disebut sering mengancam korban agar tidak berani bercerita kepada ibunya,” ujar tim pendamping hukum.
Sementara itu, terduga pelaku disebut sempat mendatangi lokasi tempat korban berada untuk menjemput anaknya.
Baca Juga: Bukan Soal Cerita, Detail Mahkota di Perfect Crown Justru Picu Kemarahan Penonton Korea
Namun, pelaku kemudian diamankan bersama aparat sebelum diserahkan ke Polda Lampung guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pihak keluarga mendesak aparat penegak hukum memberikan hukuman tegas sekaligus memastikan perlindungan psikologis bagi korban yang hingga kini masih mengalami trauma mendalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









