Tinjau Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani, Gibran: Pemerintah Terus Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat

AKURAT.CO Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (18/6/2026).
Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan operasional pasar modern yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani yang dimulai akhir Desember 2023 telah rampung pada Maret 2026.
Pasar kering tersebut kini memiliki 85 unit kios berukuran 2x3 meter dan dijadwalkan mulai beroperasi akhir Juni 2026, setelah proses serah terima dan pembagian kunci kepada para pedagang.
Dalam peninjauannya, Gibran menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun, agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Wapres Gibran: Program MBG di Daerah 3T Harus Gandeng UMKM hingga Kantin Sekolah
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Mohamad Syahrir, menjelaskan, saat ini pemerintah daerah masih menyelesaikan proses administrasi serah terima aset sebelum pasar mulai dioperasikan.
"Memang saat ini belum digunakan karena masih dalam masa transisi penyerahan dari Kementerian PUPR kepada pemerintah daerah. Rencananya, setelah proses serah terima selesai, dalam satu hingga dua hari kami sudah bisa menempatkan kembali pedagang-pedagang," jelasnya.
Syahrir menambahkan, Pasar Lama Mbongawani merupakan pasar kering yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan perdagangan di Ende.
Sementara itu, pembangunan pasar basah yang berlokasi tidak jauh dari area revitalisasi masih membutuhkan dukungan lanjutan dari pemerintah pusat.
"Ini pembangunan pasar kering. Adapun, pasar basah yang menjadi pasar induk lokasinya sekitar 50 meter dari sini. Tadi kami juga telah menyerahkan proposal untuk mendukung pembangunan lanjutan," kata Syahrir.
Baca Juga: Gibran Pantau Langsung Menu MBG untuk Siswa SMPN 1 Ndona NTT
Bupati Ende, Yosef Badeoda, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wapres Gibran yang dinilainya sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan ekonomi daerah.
"Bapak Wapres berpesan agar seluruh program-program pemerintah pusat didorong, didukung, dan dilaksanakan sebaik mungkin dengan melibatkan seluruh masyarakat, agar persoalan-persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat dapat teratasi dengan baik," jelasnya.
Menurut Yosef, keberadaan pasar yang representatif akan membuka peluang usaha baru, meningkatkan aktivitas perdagangan, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
"Kami pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Kami berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, terutama untuk penguatan infrastruktur dan akses ekonomi masyarakat," katanya.
Pasar Lama Mbongawani dirancang sebagai pusat perdagangan yang lebih tertata, nyaman, dan modern.
Baca Juga: Gibran Minta Izin Dapur MBG di Wilayah 3T Dipercepat: Daerah Tertinggal Harus Jadi Prioritas
Dengan tarif sewa kios sebesar Rp350.000 per bulan, pemerintah daerah berharap pasar ini dapat menjadi ruang usaha yang terjangkau bagi para pedagang sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









