Akurat Logo

Pramono Targetkan Pembangunan RS Internasional Sumber Waras Dimulai Agustus 2026

Okto Rizki Alpino | 1 Juli 2026, 22:17 WIB
Pramono Targetkan Pembangunan RS Internasional Sumber Waras Dimulai Agustus 2026
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan Rumah Sakit Sumber Waras dimulai pada Agustus 2026.

Proyek tersebut diproyeksikan menjadi rumah sakit berstandar internasasional pertama milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Seluruh anggaran pembangunan telah dialokasikan sehingga proses pembangunan ditargetkan segera dimulai.

Menurutnya, kehadiran rumah sakit tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jakarta meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus menghadirkan fasilitas medis berstandar global bagi masyarakat Jakarta.

Baca Juga: Lahan RS Sumber Waras: Dulu Rugikan Negara Rp191 Miliar, Kini Nilai Pasarnya Capai Rp1,4 Triliun

"Saya berharap Sumber Waras ini mudah-mudahan Agustus sudah mulai groundbreaking karena sekarang anggarannya sudah kita alokasikan," kata Pramono di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).

Dia menegaskan rumah sakit itu tidak hanya mengusung standar internasional dari sisi fasilitas, tetapi juga sistem pengelolaan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jakarta akan menggandeng rumah sakit internasional sebagai mitra strategis dalam pengelolaan dan pengembangan layanan kesehatan.

Baca Juga: Jakarta Bakal Punya RS Tipe A Kelas Dunia dari Aset Mangkrak RS Sumber Waras

"Saya bilang ini harus menjadi rumah sakit internasional, dikelola secara internasional. Kita melakukan kerja sama dengan rumah sakit internasional," katanya.

Pramono berharap, pembangunan rumah sakit tersebut dapat memperkuat layanan kesehatan di Jakarta sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta.

Diketahui, Pemprov Jakarta telah memiliki 31 rumah sakit yang tersebar di Jakarta. Namun dari seluruh rumah sakit yang dikelola, tak ada satu pun yang dijalankan dengan standar internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.