Nilai Obligasi Naik Jadi Rp5,2 Triliun, Pramono Klaim Keuangan Jakarta Masih Sangat Sehat

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pihaknya masih mematangkan rencana penerbitan obligasi daerah yang ditargetkan dilakukan pada Juli 2027. Kini nilai obligasi dinaikkan menjadi Rp5,2 triliun, dan akan digunakan untuk mendanai pembangunan lintas LRT Manggarai–Dukuh Atas.
"Saya meyakini, setelah pembahasan bersama DPRD Provinsi Jakarta, nilai obligasi yang direncanakan menjadi Rp5,2 triliun untuk pembangunan LRT rute Manggarai–Dukuh Atas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Sebelum mengambil keputusan, Pemerintah Provinsi Jakarta lebih dulu meminta masukan dari sejumlah lembaga keuangan internasional yang berpengalaman mendampingi penerbitan obligasi pemerintah daerah di berbagai negara.
Baca Juga: Kebut Pembangunan LRT, Pramono Tambah Nilai Obligasi Jadi Rp5,2 Triliun
"Sebelum Pemerintah Provinsi Jakarta memutuskan menerbitkan obligasi yang rencananya dilakukan pada Juli tahun depan, kami terlebih dahulu mendengarkan masukan, meminta saran, dan berdiskusi dengan berbagai lembaga kredibel yang sudah berpengalaman mendampingi penerbitan obligasi di berbagai kota di dunia," ujarnya.
Diskusi telah dilakukan dengan International Finance Corporation (IFC), World Bank, Asian Development Bank (ADB), serta sejumlah lembaga lainnya. Menurut dia, skema pembiayaan melalui obligasi daerah berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan pemerintah daerah lain untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
"Model pembiayaan ini nantinya bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Saya juga yakin langkah ini akan membawa dampak positif terhadap keuangan Jakarta," katanya.
Meski demikian, Pramono menegaskan penerbitan obligasi tetap dibatasi agar tidak membebani kondisi fiskal daerah. Ia menyebut kapasitas keuangan Jakarta sebenarnya jauh lebih besar dibanding nilai obligasi yang akan diterbitkan.
Baca Juga: Dorong Transparansi, Pemprov Jakarta Harus Buat Laporan Pemanfaatan Dana Obligasi
"Sebenarnya kondisi keuangan Jakarta sangat sehat. Bahkan kalau mau, kemampuan kami bisa sampai Rp20 triliun. Namun, supaya kondisi fiskal tetap sehat dan tidak menjadi beban di kemudian hari, saya memutuskan batas maksimal penerbitan obligasi adalah Rp5,2 triliun," ujar Pramono.
Diketahui, rencana penerbitan obligasi daerah itu menjadi salah satu skema alternatif pembiayaan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mempercepat pembangunan transportasi massal, khususnya penyambungan jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas.
Skema tersebut masih akan dibahas bersama DPRD Jakarta sebelum memasuki tahap penerbitan pada tahun depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








