Akurat
Pemprov Sumsel

Zakat Fitrah Dibayar Uang atau Beras? Mana yang Lebih Utama Menurut Ulama

Redaksi Akurat | 5 Maret 2026, 17:13 WIB
Zakat Fitrah Dibayar Uang atau Beras? Mana yang Lebih Utama Menurut Ulama
Bagaimana cara pembayaran zakat fitrah yang benar? (Ilustrasi/Net)

AKURAT.CO Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu untuk menunaikannya menjelang Hari Raya Idulfitri.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai cara pembayaran zakat fitrah yang benar, yaitu apakah lebih utama dibayar dengan uang atau beras?

Kita akan membahas secara mendalam cara pembayaran zakat fitrah berdasarkan pandangan para ulama dan praktik yang dianjurkan dalam syariat Islam.

Dasar Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk membersihkan diri dari dosa selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Zakat fitrah adalah pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan kotor, dan sebagai makanan bagi orang miskin." (HR. Abu Dawud)

Zakat fitrah ini harus dikeluarkan sebelum Salat Idulfitri sebagai tanda syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, dan untuk membantu sesama yang membutuhkan di hari raya.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, zakat fitrah dibayar dengan bahan makanan pokok, seperti kurma, gandum atau bahan makanan lainnya yang umum dikonsumsi masyarakat setempat.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Ini Batas Waktu Bayar Zakat Fitrah Sebelum Lebaran

Pembayaran Zakat Fitrah dengan Beras: Pendapat Ulama

Dalam banyak komunitas, zakat fitrah dibayar dalam bentuk beras, karena beras adalah bahan makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia.

Banyak ulama yang berpendapat bahwa pembayaran zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan adalah yang paling sesuai dengan sunah Nabi SAW, karena pada zaman itu zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk bahan makanan yang umum dikonsumsi, seperti gandum, kurma, dan kismis.

Imam Syafi'i dan banyak ulama lainnya menyatakan bahwa zakat fitrah lebih utama dibayar dengan makanan pokok. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Nawawi dalam kitabnya, al-Majmu’:

"Takbir dan zakat fitrah diwajibkan untuk dibayar dengan makanan pokok atau bahan makanan yang biasa dimakan oleh masyarakat setempat, seperti gandum, kurma, atau beras."

Dengan demikian, beras menjadi pilihan utama dalam banyak masyarakat di Indonesia karena beras adalah bahan pangan pokok yang paling banyak dikonsumsi.

Pembayaran Zakat Fitrah dengan Uang: Pendapat Ulama

Sementara itu, seiring berkembangnya zaman dan kebutuhan umat, beberapa ulama dan lembaga zakat modern memperbolehkan pembayaran zakat fitrah dengan uang sebagai pengganti bahan makanan pokok.

Pendapat ini lebih fleksibel, dengan alasan bahwa uang memberikan penerima zakat kebebasan untuk membeli kebutuhan lainnya, selain hanya bahan pangan.

Imam Ibn Qudamah dalam kitab al-Mughni menjelaskan:

"Jika umat Islam membutuhkan uang untuk membeli kebutuhan yang lebih mendesak, maka dibolehkan membayar zakat fitrah dengan uang, selama nilainya setara dengan makanan pokok yang diwajibkan."

Pada dasarnya, pembayaran dengan uang diperbolehkan selama nilai uang yang dibayarkan setara dengan nilai bahan makanan pokok yang biasa dibayarkan sebagai zakat fitrah.

Hal ini bisa memudahkan distribusi zakat dan memenuhi kebutuhan mustahik yang lebih luas.

Baca Juga: Hukum Terlambat Bayar Zakat Fitrah: Apakah Masih Sah dan Wajib Dibayar?

Mana yang Lebih Utama: Uang atau Beras?

Pada dasarnya, kedua bentuk pembayaran ini sah secara syariat tetapi ada perbedaan pandangan mengenai mana yang lebih utama:

1. Beras atau bahan makanan pokok tetap dianggap lebih sesuai dengan sunah Nabi SAW, yang menekankan pemberian dalam bentuk yang langsung dibutuhkan oleh mustahik.

2. Uang lebih fleksibel dan memberikan mustahik kesempatan untuk membeli apa yang paling mereka butuhkan, terutama jika bahan pangan sudah cukup tersedia di lingkungan mereka.

Fatwa MUI:

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), pembayaran zakat fitrah dengan uang dibolehkan sepanjang jumlahnya setara dengan harga bahan makanan pokok yang ditetapkan di daerah tersebut. Hal ini sudah menjadi kebijakan yang diterima banyak lembaga zakat di Indonesia.

Tips Praktis Membayar Zakat Fitrah

Untuk membantu pembaca memilih bentuk pembayaran yang paling sesuai, berikut tips praktis:

1. Kenali kebutuhan mustahik setempat. Jika di lokasi mustahik lebih membutuhkan uang tunai untuk biaya kebutuhan lain, pembayaran dengan uang bisa lebih relevan.

2. Perhatikan tingkat inflasi harga beras. Jika harga beras melonjak tinggi, mungkin pembayaran dengan uang sesuai standar yang ditetapkan lebih efisien.

3. Gunakan lembaga zakat terpercaya. Banyak lembaga zakat memiliki sistem penyaluran yang transparan baik untuk zakat fitrah beras maupun zakat fitrah uang.

4. Konsultasikan dengan tokoh agama lokal. Jika ada keraguan, berdiskusi dengan ustaz atau kyai setempat akan membantu agar pilihan pembayaran sesuai kaidah dan kebutuhan jamaah.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan para ulama, baik beras maupun uang sah digunakan sebagai bentuk pembayaran zakat fitrah.

Namun, beras atau bahan makanan pokok tetap dianggap lebih utama karena lebih sesuai dengan praktik sunah Nabi SAW, yang bertujuan untuk memberikan kecukupan langsung kepada mustahik pada hari raya.

Namun, jika lebih mudah dan bermanfaat bagi mustahik, pembayaran zakat fitrah dengan uang juga diperbolehkan dan sah menurut syariat.

Dengan memahami pandangan ulama dan kebijakan yang berlaku, Anda dapat menunaikan zakat fitrah dengan cara yang paling sesuai dengan kondisi Anda dan kebutuhan masyarakat di sekitar Anda.

Baca Juga: Apakah Anak Kecil Wajib Zakat Fitrah? Simak Penjelasannya

FAQ

1. Zakat fitrah lebih baik uang apa beras?

Zakat fitrah lebih baik dibayar dengan beras karena sesuai sunnah Nabi SAW. Namun, uang juga dibolehkan jika setara dengan harga bahan makanan pokok yang diwajibkan.

2. Apakah boleh zakat beras diganti dengan uang?

Ya, boleh mengganti zakat beras dengan uang selama nilai uangnya setara dengan harga beras yang diwajibkan, sesuai dengan kebutuhan mustahik.

3. Yang paling tepat untuk membayar zakat fitrah adalah?

Yang paling tepat adalah membayar zakat fitrah dengan beras atau bahan makanan pokok. Namun, pembayaran dengan uang juga sah jika lebih praktis dan sesuai kebutuhan.

4. Rasulullah zakat fitrah pakai apa?

Rasulullah SAW membayar zakat fitrah dengan kurma, gandum, atau bahan makanan pokok. Saat ini, beras bisa digunakan karena merupakan makanan pokok umum.

Laporan: Amalia Febriyani/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK