Sentimen Akibat Konflik Israel Dan Hamas, Polisi Di Perancis Tahan Perempuan Karena Ucap Assalamualaikum

AKURAT.CO- Seiring dengan memanasnya konflik antara Israel dan Hamas, sentimen terhadap muslim di negara Barat meningkat. Salah seorang wanita muslim di Prancis ditangkap oleh penegak hukum karena mengucapkan salam sesuai ajaran Islam, Assalamualaikum.
Salah seorang pengacara wanita muslim tersebut, Nabil Boudi, pertama kali menyebarkan informasi ini melalui akun media sosial X, yang sebelumnya disebut Twitter.
Menurut Boudi, wanita muslim tersebut ditahan setelah tetangganya melaporkan bahwa dia mengucapkan salam kepada para pekerja gedung.
Tetangga tersebut melaporkan perempuan itu setelah mendengar sang perempuan mengucapkan 'Assalamualaikum' kepada beberapa pekerja di gedung akomodasi mereka.
Perempuan tersebut dilaporkan ditahan sementara sebelum kemudian dibebaskan.
Penahanan perempuan ini dikonfirmasi oleh pengacara perempuan tersebut, Nabil Boudi dan jurnalis Prancis Widad Ketfi.
Baca Juga: Derita Di Gaza, Truk Es Krim Jadi Tempat Penyimpanan Mayat Akibat Rumah Sakit Penuh
Boudi menyatakan bahwa kliennya akan mengajukan laporan balik terhadap tetangganya atas tuduhan fitnah.
Di sisi lain, Prancis bahkan telah mengeluarkan larangan terhadap demonstrasi yang mendukung Palestina dan mengancam akan memberlakukan sanksi, bahkan deportasi bagi warganya yang melanggar larangan tersebut.
Sebelum ini, dilaporkan bahwa polisi Prancis menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran pro-Palestina di ibu kota Prancis, Paris.
Saat perang antara Hamas dan Israel sedang berlangsung, pemerintah Prancis melarang unjuk rasa pro-Palestina.
Baca Juga: PBB: Israel Ingin 1,1 Juta Warga Gaza Pindah Ke Selatan Dalam 24 Jam
Presiden Emmanuel Macron meminta rakyat Prancis untuk tetap bersatu dan menghindari mengingat konflik Hamas-Israel.
Selain itu, unjuk rasa pro-Palestina dilarang oleh Menteri Dalam Negeri Prancis, yang menyatakan bahwa demonstrasi seperti itu 'kemungkinan akan menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum'.
Tidak hanya di Timur Tengah, perang Hamas melawan Israel menimbulkan ketegangan di negara Barat, memicu konflik sosial antara komunitas yang mendukung Israel dan Palestina.
Sejak pertempuran kembali antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober lalu, terjadi peningkatan insiden ujaran kebencian dan Islamofobia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









