Para Pemimpin Di Arab Salahkan Negara-negara Barat Atas Penderitaan Warga Gaza

AKURAT.CO Sebanyak 57 pemimpin negara Arab dan Islam bertemu dalam KTT Gabungan Luar Biasa Negara Islam dan Arab di Riyadh pada akhir pekan lalu.
Mereka secara sepihak menimpakan kesalahan atas perang serta hilangnya nyawa dan harta benda kepada Israel dan warganya. Dan tidak ada yang melontarkan kritik terhadap Hamas atas serangan 7 Oktober.
"Kami memperingatkan dampak buruk dari agresi balasan Israel terhadap Jalur Gaza, yang merupakan kejahatan perang," ungkap pernyataan terakhir forum tersebut.
KTT tersebut dan persatuannya ditujukan kepada pendukung terbesar Israel yakni Amerika Serikat.
Para pemimpin negara tersebut ingin pemerintah AS dan negara-negara Barat secara umum memberikan tekanan yang cukup kepada Israel untuk menghentikan perang secara total.
"Kami memperingatkan bahaya nyata dari perluasan perang sebagai akibat dari penolakan Israel untuk menghentikan agresinya dan ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan hukum internasional guna menghakhiri agresi," tambah forum itu.
KTT Gabungan Luar Biasa Negara Islam dan Arab menyatukan sejumlah negara yang selama ini berseteru, mengindikasikan betapa khawatirnya negara tersebut terhadap peristiwa yang terjadi di Gaza.
Iran, musuh utama Israel, mendukung apa yang disebut banyak orang sebagai milisi proksi, seperti Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.
Meski bersimpati terhadap penderitaan masyarakat Palestina yang tidak kunjung memiliki negara selama 75 tahun terakhir, para pemimpin negara Arab ini berpandangan bahwa Israel adalah negara yang terlalu penting untuk diabaikan.
Mereka menilai bahwa sudah waktunya bagi mereka untuk melanjutkan dan menormalisasi hubungan dengan Israel.
Pertanyaan tentang masa depan negara Palestina, meski masih muncul dalam pidato-pidato, hanya mendapat sedikit perhatian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






