Akurat
Pemprov Sumsel

Para Pemimpin Di Arab Salahkan Negara-negara Barat Atas Penderitaan Warga Gaza

Sulthony Hasanuddin | 16 November 2023, 19:40 WIB
Para Pemimpin Di Arab Salahkan Negara-negara Barat Atas Penderitaan Warga Gaza

AKURAT.CO Sebanyak 57 pemimpin negara Arab dan Islam bertemu dalam KTT Gabungan Luar Biasa Negara Islam dan Arab di Riyadh pada akhir pekan lalu.

Mereka secara sepihak menimpakan kesalahan atas perang serta hilangnya nyawa dan harta benda kepada Israel dan warganya. Dan tidak ada yang melontarkan kritik terhadap Hamas atas serangan 7 Oktober.

"Kami memperingatkan dampak buruk dari agresi balasan Israel terhadap Jalur Gaza, yang merupakan kejahatan perang," ungkap pernyataan terakhir forum tersebut.

KTT tersebut dan persatuannya ditujukan kepada pendukung terbesar Israel yakni Amerika Serikat.

Baca Juga: Bertolak Ke Arab Saudi-AS, Mendag Dampingi Presiden Dalam Pertemuan KTT OKI Dan Pertemuan Tingkat Menteri APEC 2023

Para pemimpin negara tersebut ingin pemerintah AS dan negara-negara Barat secara umum memberikan tekanan yang cukup kepada Israel untuk menghentikan perang secara total.

"Kami memperingatkan bahaya nyata dari perluasan perang sebagai akibat dari penolakan Israel untuk menghentikan agresinya dan ketidakmampuan Dewan Keamanan PBB untuk menegakkan hukum internasional guna menghakhiri agresi," tambah forum itu.

KTT Gabungan Luar Biasa Negara Islam dan Arab menyatukan sejumlah negara yang selama ini berseteru, mengindikasikan betapa khawatirnya negara tersebut terhadap peristiwa yang terjadi di Gaza.

Iran, musuh utama Israel, mendukung apa yang disebut banyak orang sebagai milisi proksi, seperti Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.

Baca Juga: 5 Pernyataan Jokowi Di KTT Arab Saudi, Desak Gencatan Senjata Israel Dan Indonesia Siap Kontribusi Dalam Negosiasi Damai

Meski bersimpati terhadap penderitaan masyarakat Palestina yang tidak kunjung memiliki negara selama 75 tahun terakhir, para pemimpin negara Arab ini berpandangan bahwa Israel adalah negara yang terlalu penting untuk diabaikan.

Mereka menilai bahwa sudah waktunya bagi mereka untuk melanjutkan dan menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pertanyaan tentang masa depan negara Palestina, meski masih muncul dalam pidato-pidato, hanya mendapat sedikit perhatian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.