Apa Itu Perisai Manusia? Mengapa Israel Menggunakan Istilah Tersebut Di Gaza

AKURAT.CO Organisasi Hak Manusia menuduh Israel melakukan kejahatan perang sebab mayoritas dari 11.100 warga Palestina yang tewas dalam serangannya merupakan warga sipil dan dua pertiganya adalah perempuan dan anak-anak.
Dalam pembelaannya, tentara Israel menuduh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menggunakan warga sipil sebagai 'tameng manusia' yang langsung dibantah keras oleh Hamas.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada Presiden AS, Joe Biden, bahwa Hamas bersembunyi di belakang warga sipil dan menyebut perisai manusia sebagai pilar utama teror Hamas.
Tentara Israel menggunakan argumen tersebut untuk memindahkan warga Gaza Selatan ke bagian Utara, termasuk fasilitas yang dilindungi seperti rumah sakit untuk tujuan militer.
Baca Juga: 16 Musisi Gelar Konser Kemanusiaan Untuk Gaza, Cek Jadwal, Harga Tiket Dan Rundownnya
Lantas Apa Itu Perisai Manusia?
Dikutip dari Aljazeera, berdasarkan hukum internasional, istilah tersebut mengacu pada warga sipil atau orang lain yang kehadirannya digunakan untuk membuat sasaran militer kebal dari operasi militer.
Penggunaan perisai manusia jelas dilarang oleh Protokol I Konvensi Jenewa dan dianggap sebagai kejahatan perang serta pelanggaran hukum humaniter.
Perisai manusia memiliki tiga jenis perbedaan sebagai berikut:
1. Perisai sukarela: orang-orang yang dengan sengaja memilih untuk berdiri di depan sasaran yang sah sebagai alat perlindungan.
2. Perisai yang tidak disengaja: orang-orang yang secara terpaksa dikerahkan sebagai alat tawar-menawar.
Baca Juga: Silverqueen Produk Israel Atau Bukan? Ini Daftar Coklat Yang Diboikot Dan Tidak
3. Perisai terdekat: warga sipil atau lokasi ipil yang menjadi tameng atau dijadikan tameng karena kedekatannya dengan pertempuran.
Penulis Human Shields: A History of People in Line of Fire, Neve Godron, mengatakan bahwa perintah evakuasi memberikan pihak yang bertikai (Israel) kemampuan untuk melemparkan keluarga sebagai perisai manusia terdekat.
"Secara sementara, perlindungan terdekat dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan perlindungan sukarela atau tidak, karena dua perlindungan yang terakhir ini dibatasi pada waktu di mana warga sipil bertindak atau dipaksa bertindak sebagai perisai," kata Gordon.
Israel juga mengklaim bahwa Hamas mencegah warga sipil untuk meninggalkan Gaza Utara, menggunakan mereka sebagai tameng, dan bahwa pihak lain dengan sengaja tetap tinggal.
Oleh karena itu, mereka akan dianggap sebagai kaki tangan dalam organisasi teroris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







