Akurat
Pemprov Sumsel

Israel Minta Warga Palestina untuk Mengungsi, Namun Apakah Ada Tempat yang Aman di Gaza?

Sulthony Hasanuddin | 5 Desember 2023, 11:14 WIB
Israel Minta Warga Palestina untuk Mengungsi, Namun Apakah Ada Tempat yang Aman di Gaza?

AKURAT.CO Militer Israel memerintahkan evakuasi warga Palestina dari Gaza selatan karena mereka terus melakukan pemboman di daerah tersebut menyusul gagalnya gencatan senjata yang telah berlangsung selama seminggu pada hari Jumat (1/12/2023) pekan lalu.

Keesokan harinya, Israel menggunakan sistem grid memerintahkan evakuasi untuk pertama kalinya, ketika juru bicara militer, Avichay Adraee memposting peringatan secara online dengan mendesak warga Palestina untuk mengungsi dari sekitar 20 zona wilayah di Gaza.

Juru bicara militer Israel itu mengunggah tiga panah di peta, semuanya mengarah ke selatan yang menunjukkan ke mana orang-orang harus pergi.

Namun, selebaran yang disebarkan untuk memerintahkan evakuasi tidak sesuai dengan peringatan online, sehingga membingungkan warga.

Selain itu, beberapa penduduk Gaza tidak memiliki cara yang dapat diandalkan untuk mengakses peta, dengan sedikit akses ke listrik atau internet karena blokade jalur seluas 365 km persegi telah mengakibatkan runtuhnya infrastruktur telekomunikasi.

Baca Juga: Viral Kisah Remaja Palestina Menjadi Salah Satu Tawanan Terakhir yang Dibebaskan Israel: Saya Bahagia Bisa Lepas dari Penjara Itu

Serangan militer terus berlanjut karena Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa perang tidak akan berakhir sampai tujuannya untuk menghancurkan Hamas tercapai.

Israel berjanji akan melakukan pembalasan setelah kelompok bersenjata Hamas melakukan serangan mendadak pada tanggal 7 Oktober di dalam wilayah Israel, menewaskan hingga 1.200 orang.

Warga Palestina dan kelompok-kelompok HAM lantas mempertanyakan keputusan Israel untuk meningkatkan pengeboman di daerah Gaza selatan, yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman ketika perang dimulai sekitar dua bulan yang lalu.

Keputusan Israel tersebut menyebabkan warga Palestina di Gaza tidak memiliki tempat untuk pergi.

Dikutip dari Aljazeera, Selasa (5/12/2023), berikut ini beberapa hal mengenai keputusan Israel terhadap warga sipil Palestina.

Berapa Banyak Orang yang Mengungsi dari Utara ke Selatan?

Lebih dari satu juta orang Palestina telah mengungsi dari Gaza utara sejak 13 Oktober lalu.

Sekitar 958.000 warga Palestina yang mengungsi terdaftar di 99 tempat penampungan UNRWA di pusat dan selatan Gaza, menurut Badan Kemanusiaan PBB, OCHA, 70 di antaranya berada di kota Rafah dan Khan Younis di bagian selatan.

Sebanyak 191.000 lainnya diperkirakan berada di tempat penampungan kolektif informal; 124 sekolah umum, rumah sakit, aula pernikahan, kantor, dan pusat-pusat komunitas hingga sisanya ditampung oleh keluarga.

OCHA melaporkan bahwa tempat penampungan UNRWA saat ini penuh sesak dan memiliki kondisi sanitasi yang buruk, bahkan telah menyebabkan wabah infeksi dan penyakit seperti Hepatitis A.

Tidak hanya itu, lebih dari 15.500 warga Palestina telah terbunuh dan Gaza utara telah hancur akibat pengeboman tanpa pandang bulu selama berminggu-minggu.

 

Baca Juga: Viral Kisah Remaja Palestina Menjadi Salah Satu Tawanan Terakhir yang Dibebaskan Israel: Saya Bahagia Bisa Lepas dari Penjara Itu

 

Lalu Apakah Ada Zona Aman di Gaza?

"Tidak ada daerah yang aman," kata seorang pejabat Hamas yang berbasis di Libanon, Osama Hamdan, dikutip Selasa (5/12/2023).

Militer Israel mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa mereka mendefinisikan "daerah aman" bagi warga sipil untuk meminimalkan bahaya bagi mereka.

Namun, jurnalis Al Jazeera dan orang-orang di lapangan mengatakan bahwa sulit untuk mengindahkan perintah ini secara real time ketika tidak ada tempat yang aman di daerah kantong tersebut.

Bahkan, tempat penampungan pun tidak aman, pada 23 November, UNRWA melaporkan bahwa setidaknya 191 orang Palestina yang mengungsi di tempat penampungan terbunuh dan 798 lainnya terluka.

Sebuah analisis terhadap angka korban menunjukkan bahwa hampir 80 persen dari mereka yang terbunuh dalam serangan Israel adalah warga sipil.

Israel juga memerintahkan penduduk di lingkungan di sebelah timur Kota Gaza, termasuk Shujayea, Zeitoun dan Kota Tua, untuk mengungsi ke arah barat.

Tzipi Hotovely, duta besar Israel untuk Inggris, mengatakan kepada Sky News bahwa al-Mawasi, sebuah kota Badui pesisir yang sempit di selatan, adalah zona aman dan merupakan salah satu tempat penampungan yang dibangun bersama organisasi-organisasi bantuan.

Ketika koresponden Sky News mengunjungi al-Mawasi untuk melakukan investigasi, mereka tidak menemukan adanya tempat penampungan seperti tenda-tenda bantuan atau dapur umum.

Beberapa warga Palestina mengungsi untuk keempat kalinya sejak pecahnya kekerasan pada 7 Oktober lalu.

PBB menyebut Gaza sebagai zona kematian dan kuburan bagi anak-anak hingga menyerukan agar pertempuran dihentikan sejenak. Mereka berjuang untuk membawa bantuan karena pengepungan total Israel terhadap daerah kantong tersebut.

Namun, pasokan bantuan meningkat selama gencatan senjata selama satu minggu.

"Orang-orang di Gaza menatap jurang kemanusiaan," kata mantan juru bicara UNRWA, Chris Gunness.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.