5 Fakta Dua Helikopter Milik Jepang Jatuh ke Samudera Pasifik, Sempat Putus Komunikasi saat Latihan

AKURAT.CO Dua helikopter militer Jepang mengalami kecelakaan di laut, Sabtu (20/4/2024) malam.
Menteri Pertahanan Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa tim penyelamat telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai bagian dari pesawat di laut, dan pihaknya yakin bahwa kedua helikopter itu telah jatuh.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (22/4/2024), berikut ini sederet fakta helikopter Jepang yang jatuh ke Samudera Pasifik.
5 Fakta Helikopter Jepang Jatuh ke Samudera Pasifik
1. Dua helikopter Jepang jatuh saat latihan
Kepala Staf Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF), Ryo Sakai, menyatakan bahwa helikopter tersebut diduga mengalami kecelakaan saat melakukan latihan malam dalam rangkaian kegiatan untuk menanggapi ancaman kapal selam di perairan lepas pantai Kepulauan Izu di Samudra Pasifik.
2. 1 kru dinyatakan tewas
Seorang juru bicara dari Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) mengkonfirmasi bahwa kecelakaan helikopter militer terjadi, pada Sabtu (20/4/2024) malam.
Dia menyatakan bahwa satu orang berhasil diselamatkan, tetapi kemudian dilaporkan tewas.
Baca Juga: PM Jepang Kunjungi Pabrik Chip Baru di Kyushu, Tekankan Dukungan pada Teknologi Utama
3. 7 orang lainnya hilang
Dikutip dari Reuters, satu orang telah meninggal dunia dan tujuh korban lainnya masih belum ditemukan.
Selain itu, Kihara juga menyampaikan rasa belasungkawanya kepada para korban.
4. Komunikasi dengan helikopter sempat terputus
Komunikasi dengan satu helikopter terputus pada pukul 22.38 waktu setempat di lepas pulau Torishima, dan satu menit kemudian sinyal darurat diterima dari helikopter ini.
Sekitar 25 menit kemudian, sekitar pukul 23.04, pihak militer menyadari bahwa komunikasi dengan helikopter lain juga terputus di lokasi yang sama.
Helikopter Mitsubishi SH-60K dari MSDF sebagian besar berbasis dan beroperasi dari kapal perusak angkatan laut.
Dalam laporan NHK, MSDF menyatakan bahwa karena tidak ada pesawat atau kapal lain di perairan terdekat, kemungkinan keterlibatan negara lain dalam insiden tersebut sangat kecil.
5. Flight recorder sedang dianalisis
Sementara itu, Ryo Sakai menyatakan bahwa perekam penerbangan sedang dalam proses analisis terkait kejadian tersebut.
"Flight recorders (perekam penerbangan -red) sedang dianalisis," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








