Di Depan Mahkamah Internasional, Spanyol Minta Ikut Turun Tangan Bantu Kasus Genosida Gaza

AKURAT.CO Spanyol telah meminta intervensi dalam kasus genosida Afrika Selatan terhadap tindakan Israel di Gaza di Mahkamah Internasional (ICJ), pada Kamis (6/6/2024).
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares mengatakan pihaknya bergabung dengan sejumlah kecil negara lain yang menyatakan ingin melakukan intervensi, termasuk Irlandia, yang bersama Spanyol dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina pekan lalu.
Albares mengatakan negaranga ingin mendukung ICJ dalam penerapan aksinya termasuk perintah kepada Israel untuk menghentikan operasi militernya di Rafah, Gaza selatan.
Namun dia tidak memberikan rincian apa saja yang diperlukan untuk intervensi yang diminta.
“Kami melakukannya (meminta intervensi) karena komitmen kami terhadap hukum internasional, dalam keinginan kami untuk mendukung pengadilan dalam pekerjaannya dan memperkuat PBB, mendukung peran pengadilan sebagai badan hukum maksimum dalam sistem,” katanya saat konferensi pers di Madrid, dikutip Jumat (7/6/2024).
“Kami ingin mendukung pengadilan dalam penerapan tindakan pencegahan, khususnya penghentian operasi militer di Rafah guna memulihkan perdamaian, penghentian hambatan masuknya bantuan kemanusiaan, dan penghentian penghancuran infrastruktur sipil. "
ICJ sendiri badan hukum tertinggi PBB yang didirikan pada tahun 1945 untuk menangani perselisihan antar negara.
Baca Juga: UNICEF: 90 Persen Anak-anak Gaza Kekurangan Makanan Bergizi untuk Pertumbuhan Tubuh
Perintah hakim ICJ kepada Israel bulan lalu untuk segera menghentikan serangan militernya terhadap Rafah merupakan keputusan darurat penting menyusul keputusan Afrika Selatan untuk mengajukan kasus terhadap Israel yang menuduh negara tersebut melakukan genosida.
Israel telah berulang kali menolak tuduhan genosida dalam kasus tersebut dan menganggapnya tidak berdasar.
Baca Juga: Hari Ini, Mahkamah Internasional Putuskan Permintaan Menghentikan Serangan Israel ke Rafah
Israel beralasan bahwa operasi mereka di Gaza adalah untuk membela diri dan ditujukan pada militan Hamas yang menyerang Israel pada 7 Oktober.
Negara itu mengatakan bahwa mereka sedang mencoba untuk membasmi pejuang Hamas di Rafah.
Namun, setidaknya 36.586 warga Palestina telah tewas dan 83.074 lainnya terluka dalam serangan Israel di Gaza.
Baca Juga: Boikot! Deretan Negara Ini Larang Paspor Israel Masuk ke Wilayahnya, Ada Indonesia?
Terbaru, pasukan Israel bahkan mengebom sebuah sekolah yang terkait dengan PBB di Gaza tengah, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 70 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








