Akurat
Pemprov Sumsel

Dampak Konflik Israel-Hamas, PBB: Pengangguran di Gaza Mencapai Hampir 80 Persen

Sulthony Hasanuddin | 7 Juni 2024, 17:00 WIB
Dampak Konflik Israel-Hamas, PBB: Pengangguran di Gaza Mencapai Hampir 80 Persen

 

AKURAT.CO Pengangguran di Jalur Gaza telah mencapai hampir 80 persen sejak perang dengan Israel meletus Oktober lalu, kata badan tenaga kerja PBB pada hari Jumat (7/6/2024).

Badan tenaga kerja PBB juga mencatat tingkat pengangguran rata-rata di seluruh wilayah Palestina menjadi lebih dari 50 persen.

Pengangguran di Jalur Gaza sendiri telah mencapai 79,1 persen, sementara di Tepi Barat angka pengangguran mencapai hampir 32 persen.

Baca Juga: Di Depan Mahkamah Internasional, Spanyol Minta Ikut Turun Tangan Bantu Kasus Genosida Gaza

Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengatakan dalam penilaian keempatnya mengenai dampak perang terhadap lapangan kerja, angka-angka tersebut memberikan tingkat pengangguran gabungan sebesar 50 persen.

“Hal ini tidak termasuk warga Palestina yang sudah menyerah dalam mencari pekerjaan, situasinya jauh lebih buruk," kata Ruba Jaradat, Direktur Regional ILO untuk Negara-negara Arab.

Kampanye darat dan udara Israel di Gaza terjadi sebagai respons terhadap serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 36.500 orang, menurut otoritas kesehatan di Jalur Gaza, di mana sekitar setengah dari 2,3 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan bahkan sebelum perang.

“Bayangkan dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi ini, masyarakat tidak akan mampu mengamankan pangan untuk dirinya sendiri dan keluarganya,” kata Jaradat.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel di Rafah Menghentikan 67 Persen Bantuan ke Gaza

“Hal ini juga berdampak pada kesehatan mereka. Sekalipun mereka mempunyai uang, tidak ada rumah sakit yang dapat menampung situasi bencana di sana.”

Dalam hal perekonomian, produk domestik bruto (PDB) riil telah mengalami kontraksi hampir 33 persen di wilayah Palestina sejak dimulainya perang, dengan perkiraan kontraksi sebesar 83,5 persen di Jalur Gaza dan sebesar 22,7 persendi Tepi Barat, menurut data yang diterbitkan oleh ILO.

“Di wilayah pendudukan Palestina dan khususnya di Tepi Barat, penurunan pendapatan telah mendorong banyak keluarga ke dalam kemiskinan parah,” pungkas Jaradat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.