Pengaruhi Perspektif Masyarakat, Media Diminta Beritakan Konflik Israel-Palestina dengan Benar

AKURAT.CO Organisasi Misi Indonesia untuk Perdamaian Dunia (Minda), menyoroti pentingnya peran media dalam memberitakan konflik Israel-Palestina.
Hal itu disampaikan oleh salah satu pembicara, yakni Dosen Jurnalistik Universitas Padjadjaran, Maimon Herawati, dalam acara Grand Launching Minda dengan tema Sejengkal Lebih Dekat Menyongsong Kemerdekaan Palestina: Perjuangan Melalui Pintu Advokasi.
Menurut Maimon, dari judul berita tentang Palestina dan Israel saja sudah bisa membuat framing tertentu yang bisa mempengaruhi perspektif masyarakat. Sehingga diperlukan pemberitaan yang benar-benar sesuai yang terjadi atas serangan Israel kepada Palestina.
"Etalase (judul berita) ini yang paling powerful, paling dilihat oleh orang terlebih dahulu baru ini yang kita bahas," ujar Maimon dalam paparannya, di Hotel Margo, Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2024).
Baca Juga: Menitikberatkan Kemanusiaan dan Rasionalitas dalam Mendukung Palestina
Dia menceritakan kekecewaannya karena beberapa pemberitaan tentang Palestina yang tidak diangkat oleh media nasional di tanah air. Contohnya adalah alasan sebenarnya mengapa Hamas menentang Israel.
Beberapa media menurutnya masih ada memframing bahwa Hamas melakukan tindakan jahat karena menyerang balik Israel. Padahal, hal itu wajar terjadi akibat perbuatan Israel kepada Palestina.
"Ini yang kemudian tidak dibahas oleh media di Indonesia, konteks dari serangan Hamas," tuturnya.
Dia juga mencontohkan salah satu portal berita nasional yang membuat judul yang seolah-olah ada teroris di Gaza sehingga Israel melakukan gencatan senjata. Padahal, hal itu sama sekali bertentangan dengan apa yang terjadi di Gaza saat ini.
Sehingga, dia kemudian langsung menghubungi jajaran redaksi dari media tersebut, agar kemudian memperbaiki framing maupun judul dari pemberitaan itu.
"Saya kemudian berkomunikasi dengan editornya, korlipnya di atas editor ada korlip dan juga dengan pemrednya. Jadi alhamdulillah diubah, jadi judul beritanya diubah. Ini yang akan kami lakukan (berkomunikasi dengan pihak media) dan akan terus kami lakukan Insya Allah," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








