Iran Tak Akan Balas Kematian Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah

AKURAT.CO Iran mengumumkan bahwa kematian Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, dalam serangan udara Israel di Lebanon tidak akan dibalas.
Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menetapkan lima hari berkabung untuk menghormati Nasrallah, yang disebut sebagai 'martir besar' dan menganggapnya sebagai sosok penting yang ajarannya akan tetap hidup.
Selain Nasrallah, seorang jenderal Iran dari Garda Revolusi Iran (IRGC) juga dilaporkan tewas dalam serangan Israel tersebut.
Militer Israel menuduh Nasrallah bertanggung jawab atas ribuan kematian dan mengklaim serangan ini dilakukan untuk mencegah serangan lebih lanjut yang diperintahkannya.
Ketegangan di kawasan meningkat, dan ada kekhawatiran bahwa serangan ini dapat memicu konflik yang lebih luas, terutama setelah pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang sudah berlangsung selama setahun terakhir.
Namun, hingga saat ini, Iran belum memberikan pernyataan resmi untuk membalas serangan terhadap Hizbullah atau pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, yang terjadi sebelumnya.
Hizbullah dan Hamas dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh beberapa negara seperti Israel, AS dan Inggris.
Meskipun demikian, Khamenei mengajak umat Muslim untuk terus mendukung Hizbullah tanpa menyatakan akan membalas kematian Nasrallah secara langsung.
"Asib wilayah ini akan ditentukan oleh kekuatan perlawanan, dengan Hizbullah di garis depan," ujarnya, dikutip dari Bbc.com, Minggu (29/9/2024).
Serangan Israel juga menghancurkan beberapa bangunan di Beirut yang diduga menjadi markas Hizbullah.
Sementara itu, Iran terus berkomunikasi dengan sekutu-sekutunya, termasuk Hizbullah, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya di tengah ketegangan yang terus memanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







