58 Negara Kumpul di Bogor, Menlu RI Sugiono Buka UN Peacekeeping Ministerial Preparatory Meeting

AKURAT.CO Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menjadi tuan rumah UN Peacekeeping Ministerial Preparatory Meeting, sebuah pertemuan penting yang membahas masa depan misi perdamaian dunia.
Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, dan berlangsung di Gedung Auditorium PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada 4 Februari 2025.
Pertemuan ini dihadiri oleh 153 peserta dari 58 negara anggota PBB.
Baca Juga: Menlu Sugiono Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Jeju Air di Korea Selatan
Pembahasan dalam Pertemuan
Komandan PMPP TNI, Mayjen TNI Taufik Budi Santoso, menyambut langsung kedatangan para peserta.
Dalam sambutannya, Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB di bawah pemerintahan baru.
"Di bawah pemerintahan baru, Indonesia akan terus memperkuat komitmennya terhadap Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB," tegas Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono juga menekankan tiga poin penting dalam MPP PBB, yaitu penghormatan terhadap prinsip dasar MPP PBB, mendorong MPP
PBB yang adaptif, serta perlunya mengidentifikasi kapabilitas yang dibutuhkan. Ia juga menggarisbawahi pengalaman panjang Indonesia dalam MPP PBB, termasuk keunggulan pasukan Indonesia dalam keterlibatan komunitas.
Baca Juga: Bahas Investasi dan Hilirisasi, Ketua Umum Golkar Terima Kunjungan Menlu Tiongkok
Pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini mencakup lima sesi diskusi panel.
Para peserta membahas berbagai tantangan dan peluang masa depan MPP PBB, termasuk sumber daya dan kapabilitas yang diperlukan untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Selain itu, mereka juga berkesempatan meninjau fasilitas pelatihan di PMPP TNI Sentul.
Komandan PMPP TNI turut menjadi salah satu panelis utama dalam pertemuan ini.
Baca Juga: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata di Gaza, Menlu Sugiono: Momentum Perdamaian yang Harus Dijaga
Kontribusi Indonesia dalam MPP PBB
Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam MPP PBB sejak tahun 1957.
Saat ini, Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai negara penyumbang pasukan terbesar untuk MPP PBB, dengan 2.753 personel yang tersebar di delapan misi yang berbeda.
Selain kontribusi personel, Indonesia juga aktif dalam pembahasan terkait MPP PBB di berbagai forum multilateral, termasuk menjadi salah satu negara yang merumuskan Action for Peacekeeping (A4P).
Tujuan dan Harapan
Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan masukan terkait komitmen negara-negara terhadap MPP PBB selama dua tahun mendatang.
Hasil dari pertemuan ini akan dibawa ke United Nations Peacekeeping Ministerial di Berlin, Jerman, pada 13-14 Mei 2025.
Dengan menjadi tuan rumah UN Peacekeeping Ministerial Preparatory Meeting, Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung perdamaian dunia.
Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan konkret untuk meningkatkan efektivitas dan adaptasi MPP PBB dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.
Kontribusi aktif Indonesia, baik dalam bentuk pasukan maupun gagasan, menegaskan peran penting negara ini dalam menjaga perdamaian dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






