Pemerintah Desak PBB Usut Tuntas Serangan ke Prajurit TNI di Lebanon

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan, pemerintah Indonesia menuntut investigasi menyeluruh atas insiden yang menyebabkan gugur dan terluka-nya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Pemerintah, kata dia, juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan yang cepat, transparan, dan komprehensif.
Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang terlibat, tanpa adanya kekebalan.
Menurut Djamari, serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan mencerminkan lemahnya komitmen pihak-pihak yang bertikai dalam menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian.
“Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian,” ujar Djamari dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), ia memastikan pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk bersama Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri.
Baca Juga: Indodax Perkuat Edukasi Kripto, Jaga Kepercayaan 9 Jutaan Investor Ritel
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perlindungan maksimal bagi personel di wilayah penugasan, termasuk melalui peninjauan ulang protokol keamanan yang disesuaikan dengan dinamika konflik di Lebanon selatan.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Timur Tengah.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta memberikan penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan para prajurit dalam menjalankan tugas negara.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prabowo melalui akun Instagram resminya.
Prabowo menegaskan, pengabdian para prajurit merupakan bentuk keberanian dan dedikasi dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Pemerintah pun memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang gugur dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









