Menlu Berduka Atas Wafatnya Direktur RS Indonesia di Gaza: Simbol Kemanusiaan Telah Pergi

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyampaikan duka yang mendalam atas tewasnya Direktur RS Indonesia di Gaza, Marwan al-Sultan dan keluarga akibat serangan yang dilakukan Israel.
Dia menilai, Marwan al-Sultan adalah simbol keberanian dan kepedulian bagi masyarakat global. Dia sangat menyayangkan karena simbol tersebut kini telah pergi.
"Saya berduka cita dari hati yang paling dalam atas wafatnya Direktur RS Indonesia di Gaza, dr. Marwan Al-Sultan dan keluarga akibat serangan pada 2 Juli 2025. Simbol keberanian, kepedulian, kemanusiaan di tengah konflik telah pergi," kata Sugiono melalui aku instagram pribadinya @sugiono_56, dikutip Jumat (4/7/2025).
Baca Juga: DPR Berduka atas Tewasnya Direktur RS Indonesia di Gaza, Puan: Ini Tragedi Kemanusiaan
Dia menegaskan, kepergian Marwan al-Sultan adalah duka bagi bangsa Indonesia, Palestina, juga bagi masyarakat global khususnya bagi komunitas medis.
"Kehilangan beliau adalah duka bagi keluarga, rakyat Palestina, bangsa Indonesia dan komunitas medis internasional. Doa yang tulus, simpati mendalam serta penghormatan tertinggi untuk dr. Marwan sekeluarga," ujarnya.
Sugiono pun menegaskan komitmen Indonesia, dalam mengecam tindakan keji yang dilakukan Israel terhadap masyarakat sipil dan tenaga medis yang ada di Palestina.
"Pemerintah Indonesia juga mengecam serangan Israel terhadap warga sipil dan tenaga medis. Jelas merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional," ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr Marwan Al Sultan, tewas bersama istri dan anak-anaknya dalam serangan udara Israel yang menghantam kawasan permukiman di barat daya Kota Gaza, Rabu (2/7/2025) malam waktu setempat.
Dilansir oleh The Guardian, Kamis (3/7/2025), dr Marwan dikenal sebagai seorang dokter spesialis jantung yang dihormati di Gaza. Selama bertahun-tahun, ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat warga Palestina, khususnya dalam situasi genting di tengah konflik berkepanjangan.
Baca Juga: Direktur RS Indonesia di Gaza Tewas Akibat Serangan Israel, DPR: Kejahatan yang Tak Bisa Ditoleransi
"Dia menjadi simbol dedikasi, keteguhan, dan ketulusan, selama situasi yang paling sulit dan saat-saat yang paling berat yang dialami oleh rakyat kita di bawah agresi yang terus-menerus," ujar Kementerian Kesehatan Palestina.
Rumah Sakit Indonesia, yang didirikan oleh relawan Indonesia melalui organisasi kemanusiaan MER-C, telah beberapa kali menjadi target serangan Israel.
Menurut laporan Healthcare Workers Watch (HWW), dr Marwan merupakan petugas kesehatan ke-70 yang tewas akibat agresi Israel dalam 50 hari terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









