Hamas Tegaskan Syarat Gencatan Senjata Usai Serangan Israel terhadap Delegasi di Qatar

AKURAT.CO Hamas menegaskan tidak akan mengubah tuntutannya untuk mengakhiri perang Gaza meski delegasi perundingannya menjadi target serangan mematikan Israel di Qatar pekan ini.
Dalam pernyataan televisi, Kamis (waktu setempat), pejabat senior Hamas Fawzi Barhoum mengatakan serangan tersebut menyasar tim negosiasi yang sedang membahas proposal gencatan senjata baru yang disampaikan Perdana Menteri Qatar sehari sebelumnya.
“Pada saat serangan teroris itu terjadi, delegasi negosiasi sedang mendiskusikan tanggapan atas proposal tersebut,” ujar Barhoum.
Qatar Jadi Mediator Perundingan
Qatar selama ini menjadi tuan rumah sekaligus mediator utama dalam upaya mencapai gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Upaya ini dilakukan di tengah konflik yang telah menewaskan puluhan ribu warga Gaza sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023.
Barhoum menegaskan Hamas tetap berpegang pada tuntutan kunci: gencatan senjata penuh, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pertukaran tahanan dengan sandera, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi jalur Gaza yang hancur akibat perang.
Hamas menyebut lima anggotanya tewas dalam serangan itu, termasuk putra Khalil al-Hayya, kepala tim negosiasi gencatan senjata kelompok tersebut.
Respons Internasional
Menurut laporan Al Jazeera dan Reuters, serangan ini memicu kecaman dari sejumlah negara Arab yang mendukung proses mediasi. Qatar menegaskan akan tetap melanjutkan peran sebagai mediator meski situasi keamanan semakin genting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








