Jane Goodall Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun: Kisah, Penemuan, dan Warisannya

AKURAT.CO Dunia kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh dalam ilmu pengetahuan dan gerakan lingkungan. Jane Goodall, primatolog, antropolog, sekaligus ikon konservasi, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Ia berpulang secara alami di California, saat sedang menjalani tur pidato di Amerika Serikat.
Lembaga yang didirikannya, Jane Goodall Institute, menyebut penemuan dan dedikasi Goodall telah merevolusi ilmu pengetahuan sekaligus menjadikannya advokat tak kenal lelah dalam melindungi alam.
Dari Mimpi Bocah London ke Hutan Gombe
Cintanya pada hewan sudah terlihat sejak kecil. Lahir dan besar di London serta Bournemouth, Goodall kecil gemar membaca kisah “Doctor Dolittle” dan “Tarzan.” Buku-buku itulah yang menyalakan impiannya: suatu hari ia akan pergi ke Afrika dan hidup di tengah satwa liar.
Mimpi itu jadi nyata pada usia 26 tahun, ketika ia pertama kali menapakkan kaki di Taman Nasional Gombe, Tanzania. Medan berat, hutan lebat, dan ancaman binatang buas tidak mengurungkan langkahnya. Justru di situlah Goodall merasa menemukan rumah sejatinya.
Menemukan “Manusia” dalam Simpanse
Penelitiannya di Gombe membawa terobosan besar. Goodall membuktikan bahwa simpanse tak sekadar mirip manusia secara fisik, tapi juga dalam perilaku. Mereka bisa menciptakan dan menggunakan alat, mengembangkan kepribadian, bahkan memperlihatkan kasih sayang lewat pelukan, ciuman, hingga tepukan di punggung.
Namun, sama seperti manusia, simpanse juga bisa brutal dan berperang. Penemuan ini mengguncang dunia sains dan dianggap sebagai salah satu pencapaian besar abad ke-20.
Dari Akademisi ke Aktivis Global
Goodall kemudian meraih gelar Ph.D. di bidang etologi dari Universitas Cambridge. Pada 1977, ia mendirikan Jane Goodall Institute, yang kini memiliki kantor di 25 negara. Organisasi ini mendorong perawatan primata sekaligus pendidikan publik tentang konservasi.
Tak berhenti di sana, ia meluncurkan Roots & Shoots pada 1991, sebuah program lingkungan global untuk generasi muda. Dua dekade kemudian, pada 2002, PBB menobatkannya sebagai Utusan Perdamaian.
Di usia senjanya, Goodall tetap lantang menyuarakan krisis iklim. Ia menggandeng Apple untuk kampanye daur ulang perangkat, menekankan bahwa mencari keuntungan tanpa merusak bumi adalah hal yang mungkin dilakukan.
Inspirasi Populer dan Penghargaan Dunia
Kiprah Goodall menembus batas dunia akademis. Pada 2022, Mattel meluncurkan boneka Barbie edisi khusus Jane Goodall, lengkap dengan kemeja khaki, teropong, dan buku catatan. Boneka itu terbuat dari plastik ramah lingkungan, simbol nyata perjuangan Goodall menjaga bumi.
Penghargaan demi penghargaan pun menghampirinya: dari Commander of the Order of the British Empire (1995), Dame Commander (2003), Legion of Honor Prancis, Kyoto Prize Jepang, hingga Presidential Medal of Freedom dari Amerika Serikat.
Kehidupan Pribadi
Goodall pernah menikah dengan fotografer satwa liar asal Belanda, Baron Hugo van Lawick, dan dikaruniai seorang putra, Hugo Eric Louis van Lawick. Dari putranya itu, ia memiliki tiga cucu. Pernikahan keduanya dengan politisi Tanzania, Derek Bryceson, berakhir saat sang suami meninggal karena kanker pada 1980.
Meski raganya telah tiada, warisan Jane Goodall akan terus hidup—dalam ilmu pengetahuan, gerakan konservasi, dan inspirasi yang ia wariskan kepada generasi muda di seluruh dunia.
“Sepanjang karier saya, saya ingin anak-anak punya rasa ingin tahu dan menjelajahi dunia di sekitar mereka,” kata Goodall.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








