Akurat
Pemprov Sumsel

Perempuan Asal Tiongkok Didakwa Curi Emas Bernilai Rp29 Miliar dari Museum di Paris

Kumoro Damarjati | 23 Oktober 2025, 14:23 WIB
Perempuan Asal Tiongkok Didakwa Curi Emas Bernilai Rp29 Miliar dari Museum di Paris


AKURAT.CO Otoritas Prancis mendakwa seorang perempuan asal Tiongkok atas dugaan pencurian emas dari Museum Sejarah Alam di Paris senilai lebih dari 1 juta euro atau sekitar Rp29 miliar. Kasus ini menjadi salah satu dari serangkaian pembobolan besar yang menimpa sejumlah museum di Prancis dalam beberapa bulan terakhir.

Jaksa Paris Laure Beccuau menjelaskan, tersangka berusia 24 tahun itu ditangkap di Barcelona pada 30 September lalu dan diserahkan kepada otoritas Prancis pada 13 Oktober. Pada hari yang sama, ia resmi didakwa atas tuduhan pencurian dan persekongkolan kriminal, sebelum akhirnya ditempatkan dalam tahanan sementara.

Menurut laporan CNA, penyelidikan menunjukkan tersangka meninggalkan Prancis pada hari terjadinya pembobolan, 16 September, dan tengah bersiap untuk kembali ke Tiongkok. Saat ditangkap di Spanyol, ia kedapatan membawa hampir satu kilogram potongan emas yang telah dilelehkan dan hendak dijual.

Kronologi Pencurian

Pencurian terjadi pada malam hari di gedung Museum Sejarah Alam Paris. Direktur museum menggambarkan pelaku sebagai tim yang sangat profesional. Aksi mereka baru terungkap setelah seorang petugas kebersihan menemukan serpihan kaca dan puing di ruang pamer pada pagi hari.

Rekaman kamera pengawas memperlihatkan satu orang pelaku memasuki museum sekitar pukul 01.00 dini hari dan keluar sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, penyidik menemukan dua pintu yang digerinda, serta kotak pajangan yang dibuka menggunakan alat las. Barang bukti berupa peralatan las, gerinda, obeng, tabung gas, dan gergaji juga ditemukan di lokasi kejadian.

Koleksi Emas Bersejarah

Barang yang dicuri merupakan koleksi emas bersejarah dan langka yang berasal dari berbagai belahan dunia. Beberapa di antaranya termasuk emas dari Bolivia yang disumbangkan pada abad ke-18, emas dari wilayah Ural di Rusia yang merupakan hadiah dari Tsar Nicholas I pada tahun 1833, serta emas dari California yang berasal dari masa demam emas.

Yang paling menonjol adalah bongkahan emas terbesar seberat lima kilogram yang ditemukan di Australia pada tahun 1990. Secara keseluruhan, hampir 6 kilogram emas alami berhasil dicuri. Jaksa menegaskan bahwa meski nilai materialnya diperkirakan mencapai 1,5 juta euro, nilai sejarah dan ilmiahnya tidak ternilai.

Sorotan terhadap Keamanan Museum

Kasus ini kembali memicu perdebatan publik mengenai keamanan museum di Prancis, menyusul serangkaian peristiwa serupa. Polisi Prancis kini juga tengah memburu kelompok pencuri lain yang sebelumnya melakukan perampokan berani di siang hari terhadap perhiasan bernilai tinggi di Museum Louvre.

Jaksa Beccuau menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan antara kasus pencurian emas di Museum Sejarah Alam dan perampokan di Louvre.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.