42 Warga Tiongkok Ditangkap di Thailand, Diduga Menuju Kamboja untuk Penipuan Call Center

AKURAT.CO Otoritas Thailand menangkap 42 warga negara Tiongkok di sebuah resor di Provinsi Chanthaburi pada Selasa malam (4/11). Mereka diduga sedang bersiap menyeberang ke Kamboja untuk bergabung dengan jaringan penipuan daring (call center scam) lintas negara.
Penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.00 waktu setempat oleh tim gabungan dari Kantor Imigrasi Chanthaburi, polisi provinsi dan lokal, polisi pariwisata, serta satuan tugas laut Chanthaburi. Penggerebekan dilakukan di sebuah resor di Tambon Thap Sai, Distrik Pong Nam Ron, setelah pihak berwenang menerima laporan adanya kelompok besar warga Tiongkok yang check-in dengan cara mencurigakan.
Dalam penggeledahan terhadap 11 kamar, petugas menemukan 42 orang Tiongkok yang baru tiba dari wilayah Thailand utara dan menginap sejak Selasa sore. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kelompok ini tengah bersiap menuju perbatasan Kamboja.
Petugas menemukan sejumlah besar peralatan elektronik yang mengindikasikan bahwa mereka merupakan bagian dari jaringan kejahatan siber transnasional. Barang bukti yang disita meliputi 215 ponsel, 11 laptop, uang tunai sebesar 807.000 baht, 10 kartu SIM asal Myanmar, flash drive, serta buku catatan berisi data transaksi dan catatan komunikasi.
Dari seluruh warga Tiongkok yang diamankan, hanya tujuh orang yang memiliki paspor. Tiga di antaranya memiliki visa yang masih berlaku, satu menggunakan visa kadaluarsa, dan 35 orang lainnya tidak memiliki paspor sama sekali. Polisi kemudian menjerat 38 orang dengan dakwaan masuk secara ilegal ke Thailand, sementara empat orang lainnya dikenakan pasal pelanggaran imigrasi dan pidana terkait lainnya.
Seluruh tersangka telah diserahkan ke Kepolisian Distrik Pong Nam Ron untuk proses hukum lebih lanjut. Otoritas imigrasi Thailand menyatakan tengah melakukan penyelidikan tambahan guna mengidentifikasi dalang utama jaringan penipuan tersebut dan memastikan apakah kelompok ini terhubung dengan sindikat perdagangan manusia atau penipuan siber lintas negara.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Myanmar juga meningkatkan operasi pemberantasan sindikat penipuan daring di perbatasannya. Sejumlah penangkapan telah dilakukan di wilayah Thailand utara, yang memicu dugaan bahwa beberapa kelompok kriminal kini berpindah ke arah Kamboja untuk melanjutkan operasi mereka.
Pihak berwenang Thailand menegaskan akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan guna mencegah negaranya menjadi jalur transit bagi jaringan penipuan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








