Ledakan Mobil Dekat Benteng Merah Delhi Tewaskan Delapan Orang, Polisi Selidiki Dugaan Aksi Teror

AKURAT.CO Tiga hari setelah ledakan mobil terjadi di dekat Benteng Merah (Red Fort), New Delhi, India, aparat masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan insiden itu dengan sejumlah kasus teror terbaru di wilayah Kashmir yang dikuasai India.
Ledakan yang terjadi pada Senin (10/11/2025) malam waktu setempat itu menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai belasan lainnya. Mobil yang meledak berada di dekat lampu lalu lintas tidak jauh dari kawasan wisata bersejarah Benteng Merah.
Diduga Terkait Penangkapan di Kashmir dan Sitaan Bahan Peledak
Sumber kepolisian mengatakan kepada BBC bahwa penyelidikan difokuskan pada kemungkinan hubungan antara ledakan tersebut dengan penangkapan tujuh pria di Kashmir beberapa hari sebelumnya. Para tersangka, termasuk dua dokter, ditangkap bersama sejumlah senjata api dan 2.900 kilogram bahan peledak yang disita dari wilayah Faridabad, pinggiran New Delhi.
Kepolisian juga menyelidiki apakah bahan peledak yang disita itu berkaitan langsung dengan mobil yang meledak.
Pemerintah India Sebut sebagai Aksi Teror
Pada Rabu (12/11/2025), Kabinet Pemerintah India mengeluarkan resolusi resmi yang menyebut peristiwa tersebut sebagai “tindakan teror keji yang dilakukan oleh kekuatan anti-nasional.”
Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan bagian dari “konspirasi” dan berjanji bahwa “semua pihak yang bertanggung jawab tidak akan dibiarkan lolos dari hukum.”
Nada serupa disampaikan oleh Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Dalam Negeri Amit Shah. Shah mengatakan telah memerintahkan aparat untuk “memburu setiap pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.”
Diselidiki Badan Antiteror Nasional
Polisi Delhi telah membuka penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA), serta pasal-pasal dalam Undang-Undang Bahan Peledak dan Kitab Hukum Pidana India. Kasus tersebut kini ditangani oleh National Investigation Agency (NIA), lembaga penegakan hukum antiteror nasional India.
Meski belum ada konferensi pers resmi, laporan media lokal menyebut penyidik tengah memeriksa ribuan dokumen dan sejumlah rekaman CCTV. Salah satu fokus utama adalah mencari tahu apakah ada kaitan antara pelaku yang ditangkap di Kashmir dan pengemudi mobil putih Hyundai i20 yang diduga membawa bahan peledak.
Beberapa laporan media menyebut pengemudi tersebut sempat berkeliling kota selama beberapa jam sebelum berhenti di lokasi ledakan. Namun, polisi maupun NIA belum mengonfirmasi informasi tersebut.
Lokasi Ditutup untuk Umum
Ledakan terjadi sekitar pukul 18.52 waktu setempat (13.22 GMT) ketika kendaraan tersebut berhenti di persimpangan padat. Rekaman dari lokasi menunjukkan mobil terbakar bersama beberapa kendaraan lain, termasuk bajaj dan becak.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap pemilik mobil maupun penyebab pasti ledakan. Kawasan Benteng Merah ditutup sementara selama penyelidikan berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







