Akurat
Pemprov Sumsel

Ledakan Mobil Dekat Benteng Merah Delhi Tewaskan Delapan Orang, Polisi Selidiki Dugaan Aksi Teror

Kumoro Damarjati | 13 November 2025, 21:20 WIB
Ledakan Mobil Dekat Benteng Merah Delhi Tewaskan Delapan Orang, Polisi Selidiki Dugaan Aksi Teror

 

AKURAT.CO Tiga hari setelah ledakan mobil terjadi di dekat Benteng Merah (Red Fort), New Delhi, India, aparat masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan insiden itu dengan sejumlah kasus teror terbaru di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Ledakan yang terjadi pada Senin (10/11/2025) malam waktu setempat itu menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai belasan lainnya. Mobil yang meledak berada di dekat lampu lalu lintas tidak jauh dari kawasan wisata bersejarah Benteng Merah.

Diduga Terkait Penangkapan di Kashmir dan Sitaan Bahan Peledak

Sumber kepolisian mengatakan kepada BBC bahwa penyelidikan difokuskan pada kemungkinan hubungan antara ledakan tersebut dengan penangkapan tujuh pria di Kashmir beberapa hari sebelumnya. Para tersangka, termasuk dua dokter, ditangkap bersama sejumlah senjata api dan 2.900 kilogram bahan peledak yang disita dari wilayah Faridabad, pinggiran New Delhi.

Kepolisian juga menyelidiki apakah bahan peledak yang disita itu berkaitan langsung dengan mobil yang meledak.

Pemerintah India Sebut sebagai Aksi Teror

Pada Rabu (12/11/2025), Kabinet Pemerintah India mengeluarkan resolusi resmi yang menyebut peristiwa tersebut sebagai “tindakan teror keji yang dilakukan oleh kekuatan anti-nasional.”

Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan bagian dari “konspirasi” dan berjanji bahwa “semua pihak yang bertanggung jawab tidak akan dibiarkan lolos dari hukum.”

Nada serupa disampaikan oleh Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Dalam Negeri Amit Shah. Shah mengatakan telah memerintahkan aparat untuk “memburu setiap pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut.”

Diselidiki Badan Antiteror Nasional

Polisi Delhi telah membuka penyelidikan berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melanggar Hukum (UAPA), serta pasal-pasal dalam Undang-Undang Bahan Peledak dan Kitab Hukum Pidana India. Kasus tersebut kini ditangani oleh National Investigation Agency (NIA), lembaga penegakan hukum antiteror nasional India.

Meski belum ada konferensi pers resmi, laporan media lokal menyebut penyidik tengah memeriksa ribuan dokumen dan sejumlah rekaman CCTV. Salah satu fokus utama adalah mencari tahu apakah ada kaitan antara pelaku yang ditangkap di Kashmir dan pengemudi mobil putih Hyundai i20 yang diduga membawa bahan peledak.

Beberapa laporan media menyebut pengemudi tersebut sempat berkeliling kota selama beberapa jam sebelum berhenti di lokasi ledakan. Namun, polisi maupun NIA belum mengonfirmasi informasi tersebut.

Lokasi Ditutup untuk Umum

Ledakan terjadi sekitar pukul 18.52 waktu setempat (13.22 GMT) ketika kendaraan tersebut berhenti di persimpangan padat. Rekaman dari lokasi menunjukkan mobil terbakar bersama beberapa kendaraan lain, termasuk bajaj dan becak.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap pemilik mobil maupun penyebab pasti ledakan. Kawasan Benteng Merah ditutup sementara selama penyelidikan berlangsung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.