Akurat
Pemprov Sumsel

Arktik Catat Tahun Terpanas dalam 125 Tahun, Es Laut Menyusut ke Titik Terendah 47 Tahun

Kumoro Damarjati | 18 Desember 2025, 10:16 WIB
Arktik Catat Tahun Terpanas dalam 125 Tahun, Es Laut Menyusut ke Titik Terendah 47 Tahun

AKURAT.CO Wilayah Arktik mencatat tahun terpanas dalam 125 tahun terakhir, dengan luas es laut menyusut ke level terendah dalam 47 tahun saat mencapai puncaknya pada Maret. Hal ini diungkapkan Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) dalam laporan yang dirilis Selasa.

Dalam laporan tahunan Arctic Report Card, NOAA menyebutkan bahwa periode Oktober 2024 hingga September 2025 menjadi yang terpanas sejak pencatatan dimulai pada akhir abad ke-19. Bahkan, satu dekade terakhir seluruhnya masuk dalam daftar 10 tahun terpanas yang pernah terjadi di kawasan Arktik.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa Arktik mengalami pemanasan hingga empat kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Kondisi ini dipicu oleh emisi bahan bakar fosil dan mengganggu peran Arktik sebagai pengatur iklim penting bagi Bumi.

Pada 2025, es laut Arktik mencapai luas maksimum terendah dalam 47 tahun pengamatan satelit. Es tertua dan tertebal dilaporkan telah menyusut lebih dari 95 persen sejak dekade 1980-an, seiring meningkatnya suhu dan curah hujan di wilayah tersebut.

Dampak pemanasan juga terlihat jelas di daratan Arktik Alaska. Pencairan lapisan tanah beku permanen (permafrost) menyebabkan lebih dari 200 sungai dan aliran air berubah warna menjadi oranye. Peningkatan tingkat keasaman serta kandungan logam beracun merusak kualitas air, habitat perairan, dan keanekaragaman hayati. Para peneliti kini mengkaji dampaknya terhadap pasokan air minum dan perikanan subsisten masyarakat setempat.

Selain itu, curah hujan di Arktik mencetak rekor tertinggi sepanjang periode Oktober 2024 hingga September 2025. Total presipitasi pada musim dingin, semi, dan gugur masing-masing masuk lima besar tertinggi sejak 1950. Sebagian besar turun dalam bentuk hujan, bukan salju, sehingga tutupan salju pada Juni hanya tersisa sekitar setengah dari tingkat enam dekade lalu.

NOAA menegaskan, perubahan di Arktik terjadi sangat cepat dan saling berkaitan. Tren ini diperkirakan akan berdampak luas, tidak hanya bagi komunitas Arktik, tetapi juga terhadap iklim global, sehingga penelitian dan pemantauan berkelanjutan dinilai semakin mendesak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.