Akurat
Pemprov Sumsel

Australia Umumkan Sanksi Tambahan untuk Pejabat Senior dan Jaringan Keuangan Iran

Kumoro Damarjati | 3 Februari 2026, 16:39 WIB
Australia Umumkan Sanksi Tambahan untuk Pejabat Senior dan Jaringan Keuangan Iran

AKURAT.CO Pemerintah Australiamengumumkan sanksi tambahan yang menargetkan pejabat senior Iran serta jaringan keuangan yang terkait dengan negara tersebut, selasa (3/2). Langkah ini menjadi bagian dari peningkatan tekanan Canberra terhadap Teheran.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan sanksi baru tersebut menyasar 20 individu dan tiga entitas. Targetnya mencakup pejabat tinggi dan organisasi yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).

“Pengumuman ini memperkuat langkah Pemerintah Albanese yang telah menetapkan IRGC sebagai sponsor terorisme negara serta menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 200 individu dan entitas Iran,” kata Wong dalam pernyataan resmi.

Sejauh ini, pemerintah Australia telah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 200 individu dan organisasi Iran, termasuk lebih dari 100 pihak yang memiliki keterkaitan dengan IRGC.

Langkah Australia ini sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat. Pada Jumat lalu, Departemen Keuangan AS juga mengumumkan putaran sanksi baru yang menargetkan pejabat senior Iran dan jaringan keuangan yang diduga terlibat dalam berbagai aktivitas strategis Teheran.

Sebelumnya, Uni Eropa juga menetapkan IRGC sebagai “organisasi teroris.” Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari pimpinan sipil dan militer Iran. Sebagai balasan, Teheran menyatakan bahwa tentara negara-negara Eropa sebagai “kelompok teroris.”

Ketegangan antara Iran dan negara-negara Eropa terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama di tengah gelombang protes domestik di Iran. Para pemimpin Eropa mengecam tindakan keras aparat terhadap demonstran yang mereka sebut sebagai “penindasan terhadap pengunjuk rasa.” 

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.