Latihan Perang di Selat Hormuz, Iran Bersiap Hadapi Serangan AS jika Negosiasi Nuklir di Geneva Gagal?

AKURAT.CO Iran menggelar latihan militer angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pada Senin sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi ancaman keamanan dan militer di jalur perairan strategis tersebut. Laporan ini disampaikan kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency.
Latihan bertajuk “Smart Control of the Strait of Hormuz” itu dipimpin oleh angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps di bawah supervisi panglima tertinggi IRGC, Mayor Jenderal Mohammad Pakpour. Media pemerintah Iran menyebut latihan digelar untuk menguji kesiapan unit operasional, meninjau rencana pengamanan, serta mensimulasikan respons terhadap berbagai skenario ancaman di kawasan tersebut.
Manuver militer ini berlangsung hanya beberapa jam setelah upaya diplomatik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat dimulai kembali di Geneva guna menghidupkan kembali perundingan program nuklir Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan dirinya membawa sejumlah gagasan konkret untuk mencapai kesepakatan yang adil. Namun ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan dan ancaman dalam proses negosiasi.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan penambahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dan mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan nuklir. Trump juga menyatakan perubahan rezim di Teheran sebagai hal yang menurutnya akan berdampak positif bagi Iran.
Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command pada Senin turut menampilkan peningkatan kehadiran militernya di kawasan melalui unggahan di media sosial. Mereka membagikan gambar pesawat EA-18G Growler dan F-35C Lightning II yang bersiap lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal induk tersebut dilaporkan beroperasi di perairan internasional Timur Tengah dengan misi penerbangan sepanjang waktu untuk mendukung keamanan regional.
Pentagon disebut tengah membangun kekuatan laut besar di kawasan, yang oleh Trump disebut sebagai “armada”. USS Abraham Lincoln dikawal tiga kapal perang berpeluru kendali Tomahawk sebagai bagian dari penguatan tersebut.
Sementara itu, Teheran menyatakan putaran kedua perundingan akan digelar Selasa dengan mediasi Oman. Negosiasi sebelumnya kembali dibuka di Muscat pada 6 Februari setelah pembicaraan terdahulu runtuh menyusul serangan udara besar-besaran oleh Israel ke Iran pada Juni, yang memicu konflik selama 12 hari dan meningkatkan ketegangan kawasan.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengatakan masih ada keraguan besar bahwa Iran akan benar-benar bersedia menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklirnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









