Akurat
Pemprov Sumsel

Mojtaba Khamenei Disebut Tidak Memiliki Kualifikasi Keagamaan Kuat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Lufaefi | 4 Maret 2026, 08:35 WIB
Mojtaba Khamenei Disebut Tidak Memiliki Kualifikasi Keagamaan Kuat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Khamenei, Sosok Pengganti Ali Khamenei (istimewa)

AKURAT.CO Mojtaba Khamenei, putra kedua almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tetap menjadi kandidat utama untuk posisi Pemimpin Tertinggi, meski banyak pengamat menilai ia tidak memiliki kualifikasi keagamaan yang cukup untuk menggantikan ayahnya.

Demikian menurut laporan The Arab Weekly, dikutip pada Rabu (4/3/2026).

Laporan itu menyebutkan, para kritikus mengatakan Mojtaba tidak memiliki kualifikasi keagamaan yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin tertinggi, posisi yang pernah dipegang oleh ayahnya dan oleh Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam.

Mojtaba, yang menyandang gelar Hojjatoleslam, berada satu tingkat di bawah ayatollah, level yang biasanya diperlukan untuk jabatan tertinggi di Republik Islam.

Baca Juga: Ali Khamenei akan Dimakamkan di Kompleks Suci Imam Reza

Mojtaba dikenal sebagai tokoh berpengaruh di kalangan ulama Iran dan memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran, namun ia tidak pernah memegang posisi formal dalam pemerintahan.

Laporan itu menyebutkan, sebagai orang kepercayaan ayahnya, ia menjalankan pengaruhnya di balik layar, termasuk bekerja sama dengan komandan Pasukan Quds dan milisi Basij untuk memajukan ambisi regional ayahnya.

Sumber-sumber juga menekankan bahwa Mojtaba menjadi sorotan publik dalam berbagai demonstrasi sejak 2009 dan sempat menghadapi kemarahan rakyat terkait kebijakan keamanan, meskipun jarang berbicara di depan umum.

Baca Juga: Resmi! Iran Tetapkan Putra Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi

Laporan menambahkan bahwa ia tetap menjadi kandidat utama setelah kandidat terkemuka lainnya, mantan Presiden Ebrahim Raisi, meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 2024.

Menurut laporan The Arab Weekly, meski kualifikasi keagamaan Mojtaba dipertanyakan, pengaruh politik dan dukungannya dari Garda Revolusi membuatnya berada di posisi paling strategis untuk menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi