Analis Timur Tengah: Diangkatnya Mojtaba Khamenei Jadi Pimpinan Tertinggi Iran Berpotensi Evolusi Kepemimpinan Iran ke Sistem Dinasti

AKURAT.CO Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran memicu perdebatan luas di kalangan pengamat politik Timur Tengah. Sejumlah analis menilai, jika penunjukan tersebut benar terjadi melalui Majelis Pakar, maka Iran berpotensi memasuki fase baru yang menyerupai sistem dinasti dalam struktur kepemimpinannya.
Mojtaba Khamenei adalah putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei. Selama ini ia dikenal sebagai figur berpengaruh di lingkaran dalam kekuasaan, meski jarang tampil di ruang publik dan tidak pernah memegang jabatan formal dalam pemerintahan.
Direktur Middle East Political and Information Network (MEPIN), Dr. Eric Mandel, menyebut Mojtaba sebagai sosok sentral yang lama bergerak di balik layar. “Mojtaba Khamenei telah lama beroperasi di belakang layar di Teheran, membangun hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam dan mengonsolidasikan pengaruh dalam struktur kekuasaan,” ujarnya, dilansir Iran internasonal, Rabu (4/3/2026).
Menurut Mandel, kedekatan Mojtaba dengan Korps Garda Revolusi Islam atau Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi faktor penting yang memperkuat posisinya. Ia dinilai memiliki jejaring kuat di institusi keamanan, yang selama ini menjadi tulang punggung stabilitas politik Iran.
Baca Juga: Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain karena Dianggap Bantu Militer AS
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










