Profesor Ekonomi Jerman: Iran Tanpa Ali Khamenei Hadapi Risiko Kekacauan dan Fragmentasi Negara

AKURAT.CO Iran menghadapi masa depan yang sangat tidak pasti setelah kematian Ali Khamenei, kata seorang profesor ekonomi dari Jerman, menggambarkan kemungkinan negara itu justru terperosok ke dalam kekacauan dan fragmentasi yang berkepanjangan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Mohammad Reza Farzanegan, profesor bidang ekonomi Timur Tengah di Philipps‑Universität Marburg, Jerman, dalam sebuah opini yang diterbitkan Al Jazeera pada 1 Maret 2026.
Farzanegan menegaskan, anggapan bahwa penghilangan tokoh sentral akan menghasilkan transisi yang singkat dan menentukan tidak realistis.
Ia mengatakan, “Intervensi eksternal tidak diikuti oleh stabilisasi yang cepat, melainkan oleh kekacauan,” merujuk pada pengalaman Afghanistan, Irak, dan Libya sebagai contoh.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Disebut Tidak Memiliki Kualifikasi Keagamaan Kuat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Profesor itu menambahkan, meskipun Iran berbeda dari negara yang runtuh pasca-intervensi, kematian pemimpin kunci dapat dilihat sebagai penutupan yang diidealkan di ranah simbolis Islam Syiah.
“Kematian di tangan musuh‑musuh Islam dapat dipandang sebagai jalan penebusan daripada kekalahan,” tulisnya.
Namun, Farzanegan juga memperingatkan bahwa skenario ideal tersebut bisa berubah menjadi risiko besar dalam konteks politik nyata. Ia menyoroti kerusakan hubungan antara elit politik dan rakyat setelah represi protes Januari, serta potensi fragmentasi sosial dan persaingan di antara faksi pemerintah yang tersisa.
Menurutnya, kemampuan birokrasi sipil, bank sentral, dan lembaga negara lainnya untuk tetap menjalankan fungsi pemerintahan akan menjadi kunci dalam menentukan apakah Iran bisa menghindari skenario atomisasi total seperti yang pernah terjadi di Libya.
“Tanpa sosok yang mampu menjembatani jurang antara masyarakat jalanan yang penuh kebencian dan aparat keamanan yang berorientasi pada kelangsungan hidup, kepemimpinan baru kemungkinan besar akan kesulitan menunjukkan otoritas yang kuat,” kata Profesor Farzanegan.
Baca Juga: Ali Khamenei akan Dimakamkan di Kompleks Suci Imam Reza
Prediksi ini menggarisbawahi kekhawatiran para ahli tentang kemungkinan konflik internal yang lebih dalam dan ketidakstabilan berkepanjangan pasca kepemimpinan Khamenei.
Sementara itu, Majelis Pakar Iran sesuai konstitusi telah menunjuk Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan Ali Khamenei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










