Korps Garda Revolusi Islam Iran Klaim Tewaskan 680 Tentara Israel

AKURAT.CO Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menewaskan dan melukai sedikitnya 680 tentara Israel dalam rangkaian serangan balasan terhadap apa yang disebut sebagai agresi Israel-Amerika. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi oleh IRGC pada Selasa (3/3/2026) malam.
Dalam keterangan yang dikutip Press TV, IRGC menyatakan telah meluncurkan gelombang ke-16 dari Operasi “Janji Sejati 4” dengan menyerang jantung dan bagian utara wilayah pendudukan menggunakan rudal dan drone tempur yang dioperasikan Divisi Dirgantara mereka.
IRGC menyebut sejumlah target serangan meliputi markas staf umum militer Israel dan kementerian pertahanannya di kawasan Hakiriya, infrastruktur strategis di Bnei Brak, instalasi militer di Beit Hakfa, timur laut Tel Aviv, serta pusat militer di Galilea Barat.
“Menurut sumber intelijen dan pemantauan lapangan, korban militer musuh telah meningkat menjadi lebih dari 680 orang tewas dan terluka pada hari keempat pembalasan,” demikian bunyi pernyataan IRGC.
Korps juga mengklaim adanya kelemahan operasional, kesenjangan teknis, dan berkurangnya kemampuan komputasi dalam sistem pertahanan berlapis Israel yang disebut memungkinkan proyektil Iran menembus wilayah sasaran.
“Emisi asap dan debu yang terus-menerus dari jantung wilayah pendudukan menunjukkan pukulan telak Republik Islam terhadap fondasi militer dan keamanan musuh,” lanjut pernyataan itu.
IRGC menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut.
“Kehendak Angkatan Bersenjata Republik Islam sepenuhnya bertumpu pada keberlanjutan operasi mereka yang terkendali serta erosi dan keruntuhan infrastruktur militer rezim Zionis,” tegasnya. Mereka juga menyatakan akan tetap bertahan hingga kehancuran total rezim tersebut.
Secara terpisah, IRGC mengumumkan bahwa Pasukan Daratnya telah memasuki medan pertempuran melalui tiga operasi serentak dengan meluncurkan 230 drone serang. Operasi tersebut, menurut klaim Iran, termasuk serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Erbil, Irak, serta peluncuran drone ke pangkalan AS di Ali al-Salem dan Arifjan di Kuwait.
Baca Juga: Profesor Ekonomi Jerman: Iran Tanpa Ali Khamenei Hadapi Risiko Kekacauan dan Fragmentasi Negara
Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, unit komando operasional tertinggi Iran yang mengoordinasikan operasi militer gabungan IRGC dan Angkatan Darat, melalui juru bicaranya Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, menyatakan pasukan Iran telah memberikan pukulan berat dan telak kepada pangkalan dan pusat-pusat strategis dan sensitif musuh di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi independen dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait klaim jumlah korban yang disampaikan oleh militer Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









