Gunakan Jasa Perusahaan Keamanan Swasta , AS Evakuasi Ribuan Warganya dari Timur Tengah

AKURAT.CO Ribuan warga Amerika Serikat dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik antara AS, Israel, dan Iran. Proses evakuasi dilakukan oleh pemerintah AS bersama sejumlah perusahaan keamanan swasta.
Selain satuan tugas khusus yang dibentuk oleh Departemen Luar Negeri AS untuk mengevakuasi warga Amerika selama 24 jam, perusahaan keamanan swasta Global Guardian juga terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.
Lebih dari 4.000 Orang Dievakuasi
CEO sekaligus Presiden Global Guardian, Dale Robert Buckner, mengatakan hingga Jumat pihaknya telah mengevakuasi lebih dari 4.000 orang dari kawasan Timur Tengah.
Tim operasi perusahaan tersebut berbasis di Virginia, Amerika Serikat, namun mereka memiliki jaringan personel di lebih dari 140 negara yang memungkinkan respons cepat dalam situasi darurat atau evakuasi.
Buckner mengatakan perusahaan itu menyediakan berbagai layanan keamanan, mulai dari evakuasi medis hingga penanganan kasus penculikan dan pemerasan.
“Kami menyediakan layanan evakuasi medis, negosiasi penculikan, tebusan, dan pemerasan jika seseorang diculik atau diperas,” kata Buckner.
Ia menambahkan, perusahaannya menjalankan sekitar 300 misi perlindungan perjalanan eksekutif setiap bulan di sekitar 84 negara.
Evakuasi Dilakukan Setelah Serangan ke Iran
Operasi evakuasi meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran pada akhir pekan lalu. Sejak saat itu, Global Guardian mengoordinasikan sejumlah misi darurat untuk mengeluarkan warga sipil dari kawasan konflik.
Baca Juga: Tahap Pertama, 32 WNI Dievakuasi dari Iran Lewat Azerbaijan
Menurut Wakil Presiden Operasi perusahaan tersebut, Colin O'Brien, tim mereka bergerak cepat ketika menerima permintaan bantuan dari dua mahasiswa Amerika yang sedang belajar di luar negeri dan ingin meninggalkan Dubai.
“Dalam sekitar empat setengah jam setelah panggilan telepon, tim kami sudah bergerak menjemput mereka,” ujar O’Brien.
Kedua mahasiswa itu kemudian dibawa dengan kendaraan menuju perbatasan Oman dan tiba sekitar delapan jam setelah perjalanan dimulai. Mereka kemudian ditempatkan di sebuah hotel di Muscat sebelum diatur penerbangan pulang ke Amerika Serikat.
Evakuasi Dilakukan Melalui Jalur Darat dan Udara
Buckner mengatakan sebagian besar evakuasi dilakukan melalui jalur darat dengan bantuan tim lokal yang telah bekerja sepanjang tahun di berbagai negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









