Akurat
Pemprov Sumsel

Ledakan Rusak Sinagoge Bersejarah di Kota Liège Belgia, Polisi Selidiki Penyebabnya

Fitra Iskandar | 9 Maret 2026, 17:56 WIB
Ledakan Rusak Sinagoge Bersejarah di Kota Liège Belgia, Polisi Selidiki Penyebabnya
Ledakan Rusak Sinagoge Bersejarah di Kota Liège Belgia, Polisi Selidiki Penyebabnya. Foto: Pixabay

AKURAT.CO Sebuah sinagoge bersejarah di Kota Liège, Belgia, mengalami kerusakan akibat ledakan yang terjadi pada Senin dini hari. Polisi menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Juru bicara kepolisian setempat mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat di depan bangunan sinagoge. Ledakan itu menyebabkan kerusakan pada jendela sinagoge serta sejumlah bangunan di sekitarnya.

“Tidak ada korban luka. Hanya kerusakan material yang dilaporkan,” kata juru bicara polisi.

Pihak berwenang saat ini masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Kantor Kejaksaan Federal Belgia yang menangani kasus kejahatan terorganisasi dan terorisme juga ikut melakukan penyelidikan.

Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, mengecam insiden tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan antisemitisme. Dalam pernyataannya di media sosial X, ia menegaskan bahwa antisemitisme merupakan serangan terhadap nilai-nilai dan masyarakat Belgia.

“Antisemitisme adalah serangan terhadap nilai dan masyarakat kita, dan kita harus melawannya tanpa kompromi,” ujarnya.

Baca Juga: Belgia Siap Larang Semua Rasa Vape Kecuali Tembakau

Wali Kota Liège, Willy Demeyer, juga mengecam kejadian tersebut dan menyebut ledakan itu sebagai tindakan antisemitik. Ia menegaskan bahwa konflik dari luar negeri tidak boleh dibawa masuk ke kota mereka.

Setelah insiden terjadi, aparat keamanan langsung memasang garis pengaman di sekitar lokasi. Polisi federal Belgia juga dikerahkan menuju tempat kejadian, sebagaimana dilaporkan media publik RTBF.

Sinagoge yang rusak akibat ledakan tersebut dibangun pada tahun 1899. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, bangunan itu juga menjadi museum yang menyimpan sejarah komunitas Yahudi di Liège.

Sumber: Euronews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.