Akurat
Pemprov Sumsel

Ribut soal Kapan dan Bagaimana Menyatakan AS Menang Perang Lawan Iran, Para Penasihat Trump Terbelah

Fitra Iskandar | 13 Maret 2026, 14:02 WIB
Ribut soal Kapan dan Bagaimana Menyatakan AS Menang Perang Lawan Iran, Para Penasihat Trump Terbelah
Penasihat Trump berdebat untuk mengakhiri perang melawan Iran. Foto: Anadolu

AKURAT.CO  Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa pernyataan terlihat ingin mengakhiri perang dengan Iran. Namun, internal Gedung Putih dikabarkan terbelah. Para penasihatnya berbeda pandangan tentang kapan dan bagaimana menyatakan kemenangan di tengah konflik yang terus meluas di Timur Tengah.

Sejumlah pejabat memperingatkan Trump bahwa lonjakan harga bensin akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dapat menimbulkan dampak politik di dalam negeri. Namun, kelompok garis keras mendesak presiden mempertahankan ofensif terhadap Republik Islam tersebut.

Informasi itu disampaikan seorang penasihat Trump dan sejumlah sumber lain yang mengetahui pembahasan internal pemerintah kepada Reuters. Laporan tersebut memberikan gambaran jarang terungkap mengenai proses pengambilan keputusan di Gedung Putih dalam operasi militer terbesar Amerika sejak Perang Irak 2003.

Manuver di balik layar itu menunjukkan besarnya taruhan politik yang dihadapi Trump. Presiden yang kembali menjabat tahun lalu dengan janji menghindari intervensi militer “bodoh” kini menghadapi dampak perang yang telah mengguncang pasar keuangan global dan mengganggu perdagangan minyak dunia.

Persaingan untuk memengaruhi keputusan Trump bukan hal baru dalam masa kepresidenannya. Namun kali ini konsekuensinya menyangkut perang dan perdamaian di salah satu kawasan paling sensitif dan penting bagi ekonomi global.

Baca Juga: Donald Trump Sambut Inter Miami dan Lionel Messi di Gedung Putih, Singgung Kehebatan Pele

Pesan Trump Berubah

Dalam beberapa hari terakhir, Trump mulai mengubah nada pernyataannya mengenai konflik tersebut. Jika sebelumnya ia menyampaikan tujuan perang secara luas saat melancarkan operasi pada 28 Februari, kini ia menekankan bahwa konflik itu merupakan operasi terbatas yang sebagian besar tujuannya telah tercapai.

Namun, pesan tersebut dinilai masih belum jelas oleh banyak pihak, termasuk pelaku pasar energi yang bereaksi fluktuatif terhadap setiap pernyataan presiden.

Saat berpidato dalam rapat umum bergaya kampanye di negara bagian Kentucky pada Rabu, Trump menyatakan, “kami telah memenangkan perang.” Tak lama kemudian ia menambahkan, “Kami tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini.”

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.