Iran Yakin Menang Perang Lawan AS-Israel karena 5 Alasan Ini

AKURAT.CO Pemerintah Iran menyatakan keyakinannya akan memenangkan perang melawan Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik yang terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran akan terus melanjutkan perlawanan tanpa ragu.
“Kami terlibat dalam perlawanan yang membanggakan dan akan melanjutkan perlawanan kami tanpa ragu,” kata Araghchi, dikutip dari Kantor Berita ISNA, Senin (16/3/2026).
Ia bahkan menyatakan optimisme tinggi atas hasil konflik tersebut.
“Dalam beberapa hari mendatang, kami akan merayakan kemenangan kami dalam perang ini,” tambahnya.
Berikut sejumlah alasan yang disampaikan pihak Iran terkait keyakinan tersebut:
1. Tidak Meminta Gencatan Senjata
Iran menegaskan tidak pernah mengajukan permintaan penghentian perang kepada pihak mana pun.
“Kami belum mengirim pesan apa pun dan belum meminta gencatan senjata,” ujar Araghchi.
Baca Juga: Iran Sindir Donald Trump: Hasil Perang Tak Ditentukan Cuitan di Media Sosial
2. Kontrol atas Selat Hormuz
Iran menyatakan memiliki kendali atas jalur strategis Selat Hormuz dan hanya akan membukanya untuk pihak tertentu.
“Selat Hormuz terbuka, dan hanya tertutup bagi musuh,” kata Araghchi.
Ia juga menambahkan tujuan akhir dari konflik ini.
“Perang ini harus berakhir sedemikian rupa sehingga musuh tidak lagi berpikir untuk menyerang Iran dan serangan tidak terulang,” tegasnya.
3. Dinilai Memberi Pelajaran bagi Lawan
Iran menilai pihaknya telah menunjukkan kemampuan bertahan dan menyerang dalam konflik ini.
“Saya pikir sekarang mereka telah belajar pelajaran berharga dan memahami jenis negara seperti apa yang mereka hadapi, negara yang tidak ragu untuk membela diri dan siap untuk melanjutkan perang ke mana pun arahnya dan membawanya sejauh yang diperlukan,” kata Araghchi dalam briefing Kementerian Luar Negeri.
4. Kemampuan Rudal
Iran mengklaim sistem persenjataannya mampu menembus pertahanan Israel, meski sebagian berhasil dicegat.
Laporan media Israel menyebut pecahan rudal sempat jatuh di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar Tel Aviv.
Baca Juga: Trump Mengeluh Negara-negara yang Sudah Dibantunya Enggan Kirim Kapal ke Selat Hormuz
5. Dampak pada Israel
Pemerintah Israel melaporkan ribuan warganya mengalami luka-luka sejak konflik berlangsung.
Data Kementerian Kesehatan Israel mencatat sedikitnya 3.369 orang terluka dan dirawat di rumah sakit sejak awal perang.
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dimulai sejak akhir Februari terus meningkat, dengan serangan saling balas yang belum menunjukkan tanda akan mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 2Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 3Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 4Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 7Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 8Prediksi Skor Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026, Lengkap dengan Riwayat Head to Head dan Susunan Pemain
- 9Lewat Kebijakan Strategis, Pemerintah Terus Perkuat Kepercayaan Pasar
- 10Kelelahan Usai Pergi Haji, Bos Maktour Minta Pemeriksaan KPK Dijadwal Ulang








