Akurat
Pemprov Sumsel

Rusia Kecam Pembunuhan Pejabat Iran, Bantah Laporan Bantu Teheran

Fitra Iskandar | 18 Maret 2026, 22:21 WIB
Rusia Kecam Pembunuhan Pejabat Iran, Bantah Laporan Bantu Teheran
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto: AA

AKURAT.CO Rusia pada Rabu mengecam keras apa yang disebutnya sebagai “pembunuhan dan likuidasi” terhadap para pemimpin Iran. Sikap itu disampaikan sehari setelah Teheran mengonfirmasi tewasnya kepala keamanan nasionalnya dalam serangan Israel pada awal pekan ini.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia mengutuk setiap tindakan yang bertujuan melukai, terlebih membunuh, para pemimpin negara berdaulat seperti Iran maupun negara lain.

“Kami dengan tegas mengutuk tindakan yang ditujukan untuk mencederai kesehatan, atau terlebih lagi pembunuhan dan likuidasi terhadap perwakilan kepemimpinan Iran yang berdaulat, serta negara-negara lain. Kami mengecam tindakan tersebut,” kata Peskov dalam konferensi pers, Rabu (18/3).

Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi pertanyaan mengenai sikap Rusia atas tewasnya sejumlah pejabat Iran, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani.

Baca Juga: Konfirmasi Kematian Kepala Keamanan Nasional Ali Larijani, Iran Tegaskan Lanjut Bertempur, Tolak Usulan Gencatan Senjata

Militer Israel pada Selasa menyatakan telah menewaskan Larijani dalam serangan udara di dekat Teheran. Israel menyebut Larijani “dieliminasi” dalam apa yang diklaim sebagai serangan presisi pada Senin malam.

Namun, dalam pernyataan yang dirilis kemudian pada hari yang sama, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi Larijani tewas dalam serangan tersebut bersama putranya, ajudannya Reza Bayat, dan beberapa orang yang mendampinginya.

Serangan bersama Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran terus berlangsung sejak 28 Februari. Serangan itu dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.