Akurat
Pemprov Sumsel

Akhir Perang Masih Jauh, Israel Lancarkan Lagi Gelombang Serangan ke Iran

Fitra Iskandar | 20 Maret 2026, 14:59 WIB
Akhir Perang Masih Jauh, Israel Lancarkan Lagi Gelombang Serangan ke Iran
Ilustrasi perang AS-Israel vs Iran. Foto: Ist

 AKURAT.CO Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Iran pada Jumat, sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Tel Aviv tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur gas alam Iran. Serangan terbaru itu menandai perang AS-Israel melawan Iran semakin meluas, di tengah gejolak kawasan dan tekanan terhadap pasar energi global.

Konflik ini telah menewaskan ribuan orang, merembet ke negara-negara tetangga, dan mengguncang ekonomi dunia sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan pada 28 Februari, setelah perundingan terkait program nuklir Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Juru bicara militer Israel mengatakan serangan terbaru menyasar infrastruktur milik pemerintah Iran di pusat Teheran. Namun, ia tidak memerinci target yang diserang.

Serangan Meluas ke Negara Teluk

Di saat yang hampir bersamaan, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab menyatakan tengah menghadapi serangan rudal pada Jumat dini hari. Serangan itu terjadi setelah beberapa hari terakhir Iran membalas serangan Israel dengan menghantam infrastruktur energi di kawasan, yang memicu keguncangan pasar global.

Sebelumnya, harga energi melonjak pada Kamis setelah Iran merespons serangan Israel ke ladang gas besar dengan menghantam Kota Industri Ras Laffan di Qatar. Kawasan itu memproses sekitar seperlima pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dunia. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.

Pada hari yang sama, pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah juga diserang. Pelabuhan itu sebelumnya digunakan Riyadh untuk mengalihkan sebagian ekspor guna menghindari dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Harga Minyak Turun, Ancaman Tetap Besar

Meski ketegangan meningkat, harga minyak justru turun pada Jumat. Penurunan terjadi setelah sejumlah negara Eropa utama dan Jepang menawarkan bantuan untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Amerika Serikat juga mengumumkan langkah untuk meningkatkan produksi minyak.

Namun, serangan terhadap fasilitas energi di kawasan menunjukkan Iran masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerugian besar bagi kampanye militer AS-Israel. Insiden itu juga menyoroti keterbatasan sistem pertahanan udara dalam melindungi aset energi paling strategis di kawasan Teluk.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.