Akurat
Pemprov Sumsel

Serangan Drone Hantam Kantor Intelijen Irak, Satu Perwira Gugur

Fitra Iskandar | 21 Maret 2026, 18:46 WIB
Serangan Drone Hantam Kantor Intelijen Irak, Satu Perwira Gugur
Ilustrasi serangan drone. Foto: Ist

AKURAT.CO Serangan pesawat nirawak (drone) menghantam kompleks Dinas Intelijen Nasional Irak yang berada di kawasan elite Mansour, Baghdad, pada Sabtu (21/3) pagi waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan seorang perwira dan melukai satu personel lainnya.

Kepala unit media keamanan pemerintah Irak, Jenderal Saad Maan, menyatakan bahwa drone menyerang markas intelijen sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Pernyataan singkatnya menyebut sasaran berada di distrik Mansour, kawasan permukiman kelas atas di pusat ibu kota.

Sumber keamanan Irak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, target serangan adalah gedung telekomunikasi yang digunakan oleh Dinas Intelijen Nasional Irak. Fasilitas itu diketahui beroperasi dengan dukungan penasihat Amerika Serikat dalam kerangka koalisi internasional anti-jihadis.

Drone lain yang diduga digunakan untuk memantau operasi dilaporkan jatuh di sebuah klub olahraga privat yang kerap dikunjungi kalangan elite Irak dan diplomat asing.

Baca Juga: NATO Tarik Seluruh Pasukan dari Misi di Irak Imbas Perang Iran

Dalam keterangan resmi, pihak intelijen Irak mengonfirmasi korban tewas berasal dari jajaran perwira mereka. Mereka mengecam insiden tersebut sebagai aksi teror yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Selain korban tewas, seorang perwira lain dilaporkan mengalami luka-luka berdasarkan keterangan pejabat keamanan dan sumber layanan darurat.

Situasi keamanan Irak belakangan kian memanas seiring meningkatnya ketegangan kawasan. Negara itu dinilai ikut terseret dalam konflik regional yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Rentetan serangan kemudian menyasar kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran. Kelompok-kelompok tersebut merespons dengan melancarkan serangan hampir setiap hari terhadap kepentingan Amerika Serikat, terutama di Irak dan wilayah sekitarnya.

Pada Jumat (20/3) malam, seorang anggota koalisi paramiliter Hashed al-Shaabi dilaporkan tewas akibat serangan yang menghantam sebuah pangkalan udara militer di Irak utara. Kelompok itu menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, Pentagon untuk pertama kalinya pada Kamis (19/3) mengakui keterlibatan helikopter tempur dalam operasi terhadap kelompok bersenjata pro-Iran di Irak dalam konflik terbaru ini.

Dalam perkembangan lain, sedikitnya tiga serangan drone terjadi sepanjang Jumat malam hingga Sabtu dini hari yang menyasar fasilitas diplomatik dan logistik Amerika Serikat di area Bandara Internasional Baghdad. Dua pejabat keamanan menyebut salah satu serangan memicu kebakaran di sekitar pangkalan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.