Akurat
Pemprov Sumsel

Polisi Israel Serang Jurnalis di Yerusalem, Pergelangan Tangan Sampai Patah

Lufaefi | 22 Maret 2026, 11:00 WIB
Polisi Israel Serang Jurnalis di Yerusalem, Pergelangan Tangan Sampai Patah
Jurnalis Diserang Polisi Israel (CNN World)

AKURAT.CO Pasukan keamanan Israel membubarkan secara paksa jemaah Muslim yang sedang melaksanakan salat Tarawih di luar tembok Kota Tua Yerusalem pada 17 Maret 2026.

Polisi Israel menyerang sekelompok jurnalis di luar Kota Tua Yerusalem pada Selasa malam, termasuk seorang produser media internasional yang mengalami patah pergelangan tangan dalam insiden tersebut. Demikian dikutip CNN World, Minggu (22/3/2026).

Petugas juga merusak peralatan fotografi dan menyita kartu memori milik jurnalis yang berada di dekat Gerbang Singa (Lion’s Gate) Kota Tua saat meliput salat Ramadan.

Pada Selasa itu, jemaah Muslim yang dilarang melaksanakan salat di Masjid Al-Aqsa karena pembatasan masa perang, berkumpul di luar tembok Kota Tua untuk menunaikan salat Tarawih.

Namun polisi mencegah mereka dan mendorong mereka menjauh. Para jemaah kemudian berpindah ke sebuah jalan di kawasan Wadi Al Joz yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.

Polisi kembali memindahkan jemaah ke lokasi lain dekat tembok Kota Tua. Tak lama kemudian, petugas melemparkan granat kejut ke arah kelompok tersebut.

Baca Juga: Iran Sudah Hapus Batas Rudal, Target Kini Capai 4.000 Km, Pengamat: Eropa Wajib Khawatir

Dua jurnalis ditahan di lokasi ketika petugas menyerang mereka dan merusak peralatan mereka. Beberapa jurnalis lain, termasuk produser senior CNN Abeer Salman, mencoba membantu namun didorong menjauh.

Setelah dua jurnalis itu dibebaskan, Salman dan sejumlah jurnalis lain berusaha memeriksa kondisi rekan mereka. Polisi memerintahkan para jurnalis mundur.

Rekaman video menunjukkan kelompok tersebut mengikuti instruksi polisi, ketika seorang petugas berpakaian sipil — yang diduga dari unit khusus — meraih tangan Salman, memelintirnya hingga menyebabkan patah pergelangan tangan.

Dalam pernyataan yang dirilis kepada wartawan Israel pada Selasa dan dibagikan kepada CNN, polisi menuduh para jurnalis menolak mengikuti perintah dan mengklaim mereka adalah bagian dari kerusuhan.

Polisi juga menyatakan bahwa hanya setelah mereka ditahan oleh polisi barulah mereka mengidentifikasi diri sebagai jurnalis dan kemudian dibebaskan.

Serikat Jurnalis di Israel membantah pernyataan tersebut dan menyebutnya tidak sesuai fakta. Organisasi itu mendesak kepala kepolisian segera menangguhkan petugas yang terlibat dan membuka penyelidikan internal.

“Petugas polisi menyerang beberapa jurnalis tanpa provokasi, termasuk pers asing,” kata serikat tersebut.

“Petugas merusak peralatan profesional, menyita kartu memori yang mendokumentasikan tindakan ilegal mereka, dan menyebabkan patah tulang pada produser CNN," lanjutnya.

Nir Gontarz, anggota serikat yang menangani kasus kekerasan terhadap jurnalis, menyatakan polisi secara sengaja menargetkan jurnalis.

“Kadang jurnalis secara tidak sengaja terkena, termasuk oleh petugas polisi, saat menjalankan tugas. Dalam insiden ini, itu bukan kesalahan. Polisi menjadikan jurnalis sebagai target dan menyerang mereka,” ujar Gontarz.

Baca Juga: Pemimpinnya Banyak yang Tewas, Ini Rahasia Iran Tidak Tumbang dalam Perang Lawan AS-Israel

“Itu bukan efek samping, bukan kebetulan, melainkan serangan yang disengaja terhadap jurnalis," ujarnya lagi.

Asosiasi Pers Asing (FPA) juga mengecam serangan tanpa provokasi tersebut.

“FPA mendesak Kepolisian Israel untuk segera mengambil tindakan terhadap petugas yang terlibat dalam serangan tanpa provokasi ini dan di masa mendatang menjaga kebebasan pers, bukan malah menginjak-injaknya,” kata organisasi itu.

"Semua ini tidak dapat diterima," tegas FPA.

CNN menyatakan telah meminta komentar dari pihak kepolisian Israel namun belum menerima tanggapan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi