Paus Leo XIV Sebut Doa Pemimpin Perang Tak Akan Dikabulkan, Sindir Trump?

AKURAT.CO Pesan keras disampaikan Paus Leo XIV di tengah meningkatnya konflik global. Dalam momen sakral Palm Sunday di St. Peter's Square, Vatikan, ia menegaskan, ajaran Yesus sama sekali tidak bisa dijadikan pembenaran untuk perang.
Di hadapan puluhan ribu umat, Paus menyebut bahwa Yesus adalah simbol damai, bukan alat legitimasi kekerasan.
Ia bahkan menyampaikan bahwa doa dari pihak yang terlibat dalam peperangan tidak akan dikabulkan.
“Sekalipun mereka berdoa berkali-kali, Tuhan tidak akan mendengarkan, karena tangan mereka berlumuran darah,” tegasnya, mengutip ayat Kitab Suci.
Pernyataan tersebut bukan sekadar pesan spiritual, tetapi juga sindiran kuat terhadap situasi dunia saat ini.
Tanpa menyebut nama secara langsung, Paus menyinggung pemimpin-pemimpin yang menggunakan agama sebagai alasan untuk membenarkan konflik bersenjata.
Ia mengingatkan kembali kisah menjelang penyaliban Yesus, saat Sang Mesias justru melarang kekerasan, bahkan kepada mereka yang hendak menangkapnya.
“Dia tidak melawan, tidak mengangkat senjata, dan tidak memilih jalan perang. Ia menunjukkan bahwa kasih dan kelembutan adalah jalan Tuhan,” ujarnya.
Baca Juga: Haji 2026 Berangkat Sesuai Jadwal, Tak Terganggu Konflik Timur Tengah
Sikap ini mempertegas posisi Vatikan yang konsisten menyerukan perdamaian di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Paus sebelumnya juga telah berulang kali mendesak gencatan senjata dan mengecam serangan militer yang dinilai tidak membedakan target.
Ketegangan sendiri meningkat sejak serangan gabungan yang dilancarkan pada akhir Februari lalu, yang kemudian memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan.
Di sisi lain, penggunaan narasi agama dalam konflik juga menjadi sorotan.
Beberapa pejabat di Amerika Serikat dilaporkan menggunakan doa dan simbol keagamaan untuk mendukung operasi militer, termasuk dalam sebuah doa yang dipimpin Menteri Pertahanan Pete Hegseth di Pentagon.
Melalui pernyataannya, Paus Leo XIV seolah mengingatkan dunia bahwa iman seharusnya menjadi jembatan perdamaian, bukan bahan bakar peperangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










