Akurat
Pemprov Sumsel

Iran Tolak Gencatan Senjata, Trump Kembali Tebar Ancaman: Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam

Fitra Iskandar | 7 April 2026, 08:42 WIB
Iran Tolak Gencatan Senjata, Trump Kembali Tebar Ancaman: Iran Bisa Dihancurkan dalam Satu Malam
Iran Tolak Gencatan Senjata, Desak Akhir Permanen Perang dengan AS dan Israel. Foto: Ist

AKURAT.CO Pemerintah Iran pada Senin (6/4/2026) menyatakan menginginkan berakhirnya perang secara permanen dengan Amerika Serikat dan Israel. Tetapi Teheran tetap menolak tekanan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut laporan kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency, Teheran juga menolak usulan gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Iran menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah penghentian konflik secara menyeluruh, bukan sekadar jeda sementara.

Respons Iran disebut memuat 10 poin, termasuk penghentian konflik di kawasan, jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta rencana rekonstruksi.

Trump Ultimatum Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak respons tersebut dan menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz.

Dalam konferensi pers, Trump memperingatkan Iran bisa “dihancurkan” dalam satu malam jika tidak memenuhi tenggat tersebut. Ia juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

Trump menyatakan tanpa kesepakatan, seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan menjadi target serangan.

Iran Sebut Ancaman AS Tidak Berdasar

Menanggapi pernyataan tersebut, militer Iran menyebut Trump bersikap “delusional” dan mengecam pernyataannya sebagai ancaman tanpa dasar.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, dalam siaran televisi pemerintah menyebut pernyataan Trump sebagai retorika arogan. Sementara itu, Wakil Menteri Olahraga Iran Alireza Rahimi mengajak masyarakat membentuk rantai manusia di sekitar pembangkit listrik sebagai bentuk protes terhadap potensi serangan.

Para pakar independen juga menilai serangan terhadap infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Selat Hormuz Jadi Kartu Tawar

Sejak serangan AS dan Israel pada akhir Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.