Afghanistan dan Pakistan Sepakat Tahan Eskalasi, Cari Solusi Komprehensif

AKURAT.CO Afghanistan dan Pakistan sepakat untuk tidak meningkatkan konflik dan akan “mengeksplorasi solusi komprehensif” setelah beberapa pekan pertempuran lintas perbatasan yang menewaskan ratusan orang. Kesepakatan itu disampaikan pemerintah China pada Rabu, setelah memediasi pembicaraan kedua negara.
Ketiga pihak juga sepakat melanjutkan dialog setelah tujuh hari perundingan damai yang digelar di Kota Urumqi, China bagian barat, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing.
Menurut Mao, para pihak telah mengidentifikasi isu-isu utama dalam hubungan Afghanistan dan Pakistan serta menetapkan prioritas yang perlu segera ditangani. Ia menambahkan bahwa ketiga negara sepakat terorisme merupakan persoalan inti yang memengaruhi hubungan kedua negara.
Afghanistan dan Pakistan juga menyatakan tidak akan mengambil langkah yang dapat memperburuk atau memperumit situasi.
Pemerintah Pakistan belum memberikan komentar resmi terkait hasil pembicaraan tersebut.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Abdul Qahar Balkhi, mengatakan perundingan antara delegasi Afghanistan dan Pakistan yang dimediasi China di Urumqi telah berakhir.
Melalui unggahan di platform X, Balkhi menyebut pembicaraan berlangsung dalam suasana konstruktif, dengan fokus pada hubungan bilateral, isu keamanan, dan stabilitas kawasan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Beijing serta berharap proses ini dapat memperkuat kepercayaan, memperdalam hubungan, dan mendorong kerja sama efektif di kawasan.
Perundingan dimulai pekan lalu atas undangan China, sebagai upaya meredakan konflik yang pecah sejak Februari.
Sebelumnya, Pakistan yang menyatakan berada dalam kondisi “perang terbuka” dengan Afghanistan, melancarkan serangan udara hingga ke wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan pada Selasa menyatakan pembicaraan berjalan konstruktif.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Afghanistan melaporkan konflik tersebut telah menyebabkan sekitar 94.000 orang mengungsi. Selain itu, sekitar 100.000 warga di dua distrik dekat perbatasan terisolasi akibat pertempuran sejak Februari.
Meski perundingan berlangsung, Afghanistan menuduh Pakistan beberapa kali melakukan penembakan lintas perbatasan.
Pakistan sendiri menuduh Afghanistan memberikan perlindungan bagi kelompok militan yang melakukan serangan mematikan di wilayahnya, khususnya Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok tersebut berbeda namun bersekutu dengan Taliban Afghanistan yang berkuasa sejak 2021, setelah penarikan pasukan pimpinan Amerika Serikat. Kabul membantah tuduhan tersebut.
Sumber: Asahi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








