Parlemen Korsel Sahkan Anggaran Tambahan Rp17,7 Miliar Dolar AS Dampak Perang Timur Tengah

AKURAT.CO Parlemen Korea Selatan menyetujui anggaran tambahan senilai 26,2 triliun won atau sekitar 17,7 miliar dolar AS pada Jumat untuk mengatasi dampak ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
Persetujuan tersebut diambil dalam sidang pleno dengan hasil 214 suara setuju, 11 menolak, dan 19 anggota abstain dari total 244 anggota yang hadir.
Partai berkuasa dan oposisi utama sepakat mempertahankan nilai anggaran sesuai usulan awal pemerintah. Keduanya juga menyetujui pemberian bantuan tunai bagi 70 persen kelompok berpenghasilan terendah guna meredam dampak kenaikan harga minyak.
Dengan disahkannya anggaran tersebut, sekitar 35,8 juta warga akan menerima bantuan antara 100.000 hingga 600.000 won, tergantung tingkat pendapatan dan wilayah. Selain itu, pemerintah mengalokasikan tambahan 200 miliar won untuk menjaga pasokan nafta bagi industri utama.
Juru bicara presiden Kang Yu-jung menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas partai dalam percepatan pengesahan anggaran.
“Kami berterima kasih kepada partai pemerintah dan oposisi yang telah segera mengesahkan anggaran ini melalui kerja sama bipartisan dengan mengutamakan kepentingan nasional di tengah krisis akibat perang di Timur Tengah,” ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, akan segera menyalurkan berbagai bentuk bantuan, termasuk subsidi pembelian nafta, diskon transportasi umum, serta subsidi bahan bakar bagi petani dan nelayan yang terdampak kenaikan harga energi.
Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut situasi akibat konflik di Timur Tengah sebagai kondisi setara masa perang dan mendesak parlemen segera menyetujui anggaran tambahan.
Dalam pidatonya di parlemen, Lee menggambarkan situasi tersebut sebagai krisis tak terduga dan kompleks bagi Korea Selatan, seiring berlanjutnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pemerintah Korea Selatan juga telah menetapkan status siaga keamanan energi tingkat dua akibat gangguan pasokan minyak. Selain itu, Lee memerintahkan pejabat terkait menyiapkan langkah pengendalian lalu lintas sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Impor minyak mentah Korea Selatan melalui Selat Hormuz dilaporkan terhenti selama lebih dari 10 hari sejak jalur tersebut praktis ditutup pada 1 Maret. Kapal tanker terakhir dari jalur itu tercatat tiba di Korea Selatan pada 20 Maret.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








