Akurat
Pemprov Sumsel

Ini Kata Trump yang Bakal Terjadi jika Perundingan Iran dengan AS Gagal!

Lufaefi | 12 April 2026, 12:00 WIB
Ini Kata Trump yang Bakal Terjadi jika Perundingan Iran dengan AS Gagal!
Presiden AS Donald Trump (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Washington tidak memiliki rencana cadangan (Plan B) jika perundingan damai dengan Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.

Pernyataan itu disampaikan saat delegasi tingkat tinggi kedua negara melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri Perang yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari.

Menjawab pertanyaan apakah AS menyiapkan langkah alternatif jika negosiasi gagal atau Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz, Trump menjawab tegas, “Anda tidak perlu rencana cadangan. Militer mereka telah dikalahkan. Kami telah mengintegrasikan semuanya. Mereka memiliki sangat sedikit rudal. Mereka memiliki sangat sedikit kemampuan manufaktur. Kami telah menyerang mereka dengan sangat keras. Militer kami luar biasa; pekerjaan yang telah mereka lakukan.”

Trump juga menyatakan dirinya tidak khawatir dengan hasil perundingan.

“Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya adalah karena kita telah menang,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga: Panas! Pembicaraan Iran-AS di Islamabad Diperpanjang Satu Hari

Menurut Trump, AS telah menghancurkan kekuatan Angkatan Laut Iran, termasuk kapal-kapal penebar ranjau di Selat Hormuz.

“Angkatan Laut mereka telah hancur. 158 kapal. Mereka memiliki 28 kapal penebar ranjau—mereka menyebutnya kapal penebar ranjau. Semuanya tenggelam. Mereka mungkin memiliki beberapa ranjau di air. Kita memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyapu Selat (Hormuz),” katanya.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan dua kapal perusak berpeluru kendali—USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy—telah memulai operasi pembersihan ranjau.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan, “Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas.”

Namun, klaim Washington dibantah Teheran. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa kendali penuh atas lalu lintas di Selat Hormuz berada di tangan Iran.

“Inisiatif untuk lewat oleh kapal mana pun berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran,” ujarnya.

Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga memperingatkan, “Setiap upaya oleh kapal militer untuk melewati Selat Hormuz akan ditindak tegas.”

Mereka menambahkan bahwa jalur selat hanya akan diberikan kepada kapal sipil dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Jubir Pemerintah Iran: Kami Terbuka Negosiasi, Tapi Tidak Percaya dengan AS dan Israel

Perundingan di Islamabad sendiri diwarnai perbedaan tajam. Pemerintahan Trump dilaporkan mengajukan kerangka 15 poin, termasuk tuntutan agar Iran menyerahkan uranium yang sangat diperkaya dan membatasi militernya. Sebaliknya, Iran mengusulkan 10 poin yang antara lain meminta pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz dan kompensasi.

Jika negosiasi gagal, situasi di Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia—berpotensi kembali memanas dan mengganggu stabilitas kawasan serta pasar energi global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi