Akurat
Pemprov Sumsel

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Ungkap Momen Negosiasi Buyar saat Perundingan AS-Iran

Fitra Iskandar | 13 April 2026, 08:31 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Ungkap Momen Negosiasi Buyar saat Perundingan AS-Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: IST

AKURAT.CO Ancaman pemblokiran Selat Hormuz disebut menjadi penghambat utama dalam negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya hampir mencapai kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembahasan yang berlangsung di Islamabad itu berjalan sangat intens dan mendekati titik temu.

Namun, situasi berubah setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana blokade jalur vital tersebut.

“Ketika hanya beberapa inci dari MoU Islamabad, kami menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade,” ujar Araghchi, seperti dikutip CNN, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, Iran telah menunjukkan itikad baik dalam proses tersebut dengan tujuan mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung puluhan tahun.

Araghchi menilai dinamika terbaru dalam negosiasi mencerminkan belum adanya perubahan sikap dari pihak terkait. “Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan,” katanya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya akan memulai blokade penuh angkatan laut di Selat Hormuz serta mengancam akan melakukan pembalasan jika Iran melakukan perlawanan. Langkah ini memperburuk ketegangan yang telah mengganggu jalur pelayaran tersebut dan pasokan energi global.

Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah perundingan langsung AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan, sehingga mengancam kelanjutan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.

Trump menyebut kegagalan negosiasi dipicu perbedaan tajam terkait isu nuklir. Militer AS menyatakan blokade akan mulai diberlakukan pada Senin pukul 10.00 waktu New York.

US Central Command menyatakan blokade akan diterapkan tanpa diskriminasi terhadap kapal dari semua negara yang masuk maupun keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk di Teluk Arab dan Teluk Oman.

AS juga akan menghentikan kapal yang membayar biaya kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz serta membersihkan ranjau di jalur tersebut. Sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur ini.

Trump menegaskan Angkatan Laut AS akan segera memblokir seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan bahwa setiap tindakan serangan dari pihak Iran terhadap AS atau kapal sipil akan dibalas secara keras.

Ia menambahkan sejumlah negara lain kemungkinan akan turut terlibat dalam pelaksanaan blokade tersebut.

Langkah ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap Iran, yang selama konflik menjadi salah satu eksportir utama minyak melalui jalur tersebut.

Menanggapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan setiap kapal militer yang mendekati selat dengan alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Blokade penuh di Selat Hormuz diperkirakan akan menambah tekanan pada pasar energi global, terutama bagi negara seperti China yang menjadi pembeli utama minyak Iran. Harga minyak dilaporkan telah melonjak sekitar 30 persen dibandingkan sebelum konflik, dengan sebagian transaksi bahkan menembus lebih dari 140 dolar AS per barel.

Sumber: CNN

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.