Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal, Picu Kekhawatiran di Tengah Lonjakan Program Nuklir

AKURAT.CO Ketegangan di kawasan Asia Timur kembali meningkat setelah Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek ke arah laut pada Minggu.
Dikutip dari ABC News, aksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah badan pengawas nuklir dunia memperingatkan adanya perkembangan signifikan dalam program senjata nuklir negara tersebut.
Militer Korea Selatan menyebut rudal-rudal tersebut ditembakkan dari wilayah Sinpo, kota pesisir di timur Korea Utara, dan masing-masing menempuh jarak sekitar 140 kilometer sebelum jatuh di perairan timur.
Menanggapi peluncuran itu, Korea Selatan langsung meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi dengan Amerika Serikat serta Jepang.
Pemerintah Seoul bahkan menggelar rapat darurat Dewan Keamanan Nasional untuk membahas langkah antisipasi.
Dalam pernyataannya, pejabat Korea Selatan mendesak Pyongyang menghentikan uji coba rudal yang dinilai berulang kali mengancam stabilitas kawasan.
Peluncuran ini juga bertepatan dengan rencana kunjungan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung ke India dan Vietnam.
Militer Amerika Serikat dan Jepang turut mengonfirmasi peluncuran tersebut.
Komando Indo-Pasifik AS menegaskan komitmennya untuk melindungi wilayahnya serta sekutu di kawasan, sementara Jepang melayangkan protes keras karena uji coba ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang aktivitas rudal balistik Korea Utara.
Baca Juga: Dukung Program Presiden Prabowo, BTN Siap Bantu Sejahterakan Rakyat lewat Pembiayaan Hunian Layak
Wilayah Sinpo sendiri dikenal sebagai lokasi galangan kapal utama Korea Utara yang digunakan untuk pengembangan kapal selam.
Otoritas militer Korea Selatan kini masih menyelidiki apakah peluncuran dilakukan dari darat, kapal selam, atau kombinasi keduanya.
Jika terbukti berasal dari kapal selam, maka ini akan menjadi uji coba rudal balistik berbasis laut pertama Korea Utara dalam empat tahun terakhir—sebuah perkembangan yang dinilai sangat mengkhawatirkan karena sulit dideteksi lebih awal.
Langkah Korea Utara memperkuat kemampuan peluncuran dari bawah laut juga sejalan dengan proyek pengembangan kapal selam bertenaga nuklir yang sebelumnya telah diperkenalkan.
Serangkaian uji coba senjata ini menjadi bagian dari intensifikasi program militer Korea Utara sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, pemimpin negara itu, Kim Jong Un, dilaporkan memantau langsung peluncuran rudal dari kapal perusak, serta pengujian berbagai sistem senjata baru, termasuk rudal dengan hulu ledak cluster.
Dalam beberapa bulan terakhir, Korea Utara juga mengklaim berhasil menguji mesin bahan bakar padat yang mampu menjangkau wilayah daratan Amerika Serikat.
Penguatan arsenal nuklir dan rudal ini berlangsung sejak upaya diplomasi antara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump pada 2019 mengalami kebuntuan.
Meski Trump beberapa kali menyatakan keinginan membuka kembali dialog, Pyongyang menegaskan penolakan terhadap tuntutan denuklirisasi sebagai syarat awal negosiasi.
Sementara itu, rencana pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Mei mendatang dinilai sejumlah pengamat dapat menjadi celah diplomasi baru, yang kemungkinan dimanfaatkan Korea Utara untuk memperkuat posisi tawarnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas yang signifikan di fasilitas produksi nuklir Korea Utara.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius 19 April 2026: Saatnya Memahami Diri, Cinta hingga Karier Makin Terarah
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan lonjakan serius dalam kemampuan produksi senjata nuklir negara itu.
Sejumlah pengamat juga menilai Pyongyang terus memperluas kompleks nuklir Yongbyon serta membangun fasilitas pengayaan uranium tambahan.
Dengan rangkaian uji coba dan peningkatan aktivitas nuklir ini, situasi keamanan regional diperkirakan akan semakin sensitif dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









