Mengenaskan! Tentara Amerika Kekurangan Makanan di Tengah Perang Melawan Iran

AKURAT.CO Laporan mengenai minimnya pasokan makanan bagi prajurit Amerika Serikat (AS) yang bertugas di kawasan konflik Timur Tengah memicu sorotan publik.
Sejumlah keluarga marinir mengeluhkan kiriman logistik pribadi yang tertahan akibat perang melawan Iran.
Sejak awal April, layanan pos militer AS dihentikan sementara menyusul penutupan wilayah udara akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Ribuan paket berisi makanan ringan, perlengkapan kebersihan, hingga kebutuhan pribadi lainnya dilaporkan belum sampai ke tangan para prajurit.
Salah satu keluarga marinir yang bertugas di kapal serbu amfibi USS Tripoli mengaku terkejut setelah melihat foto makanan yang beredar di media sosial.
Dalam gambar tersebut, tampak porsi makan siang yang dinilai minim, hanya terdiri dari sedikit daging dan satu tortilla.
“Kami punya militer terkuat di dunia. Seharusnya tidak kekurangan makanan atau kesulitan menerima kiriman,” ujar Dan F, ayah seorang marinir AS, dikutip US Today, Minggu (19/4/2026).
Baca Juga: Alhamdulillah, Iran Siap Akhiri Perang dengan Syarat Ini
Keluhan serupa juga datang dari keluarga prajurit di kapal induk USS Abraham Lincoln. Mereka menyebut kualitas makanan menurun dan porsi yang diterima tidak mencukupi, bahkan tanpa sayuran segar.
Namun, pihak militer membantah adanya krisis logistik. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa setiap kapal memiliki cadangan makanan lebih dari 30 hari.
“Para pelaut kami layak mendapatkan yang terbaik—dan mereka menerimanya,” tulis Hegseth melalui akun media sosialnya.
Di sisi lain, seorang marinir di USS Tripoli dalam pesan kepada keluarganya menyebut makanan harus dibagi rata dan persediaan diperkirakan akan menipis. “Moral akan berada di titik terendah,” ujarnya.
Konflik yang memanas sejak akhir Februari turut mengganggu jalur distribusi logistik militer. Ketegangan meningkat setelah serangan udara dan aksi balasan di kawasan tersebut, yang berdampak pada pembatasan wilayah udara dan jalur pengiriman.
Baca Juga: Negara Eksportir Untung, Importir Tertekan Energi, Kok Bisa?
Meski pemerintah AS menegaskan kondisi pasokan tetap aman, laporan dari keluarga prajurit menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap kesejahteraan personel di garis depan. Situasi ini menjadi perhatian publik di tengah berlanjutnya ketegangan militer dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









