Delegasi Iran Enggan Datang Lagi untuk Negosiasi Kedua dengan Amerika, Lanjut Perang?

AKURAT.CO Iran hingga kini belum mengubah keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam putaran kedua negosiasi dengan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan di Islamabad.
Laporan berita Tasnim, 21 (Selasa/4/2026) menyebutkan bahwa meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim Wakil Presiden JD Vance dan tim negosiasi Amerika sedang dalam perjalanan ke Pakistan, posisi Teheran tetap tidak berubah.
Partisipasi Iran disebut bergantung pada pemenuhan sejumlah prasyarat penting. Salah satu hambatan utama adalah persoalan blokade angkatan laut yang diberlakukan AS. Isu tersebut telah disampaikan kepada mediator Pakistan dan menjadi titik krusial dalam komunikasi tidak langsung kedua pihak.
Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Sampai Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Mati Total!
Selain blokade, Iran juga menilai adanya tuntutan berlebihan dari pihak Amerika dalam pesan-pesan yang dipertukarkan melalui mediator. Menurut sumber yang dikutip Tasnim, pendekatan Washington dinilai tidak realistis dan tidak menunjukkan prospek jelas menuju kesepakatan yang dapat diterima Teheran.
Delegasi Iran berpandangan bahwa selama AS masih membawa kesalahan perhitungan yang sama seperti dalam konfrontasi militer sebelumnya, maka negosiasi hanya akan menjadi proses yang membuang waktu.
Karena itu, hingga hambatan mendasar dihapus dan terdapat cakrawala yang jelas untuk kesepakatan, Iran tidak melihat alasan untuk kembali ke meja perundingan.
Di sisi lain, Teheran juga disebut menyadari kemungkinan bahwa tawaran negosiasi dapat dijadikan strategi taktis oleh Washington. Karena itu, Iran menyatakan tetap siap menghadapi berbagai skenario, termasuk konfrontasi militer jika diperlukan.
Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Sampai Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Mati Total!
Sikap keras ini memperbesar tanda tanya atas kelanjutan proses diplomasi kedua negara. Jika kebuntuan terus berlanjut dan prasyarat tak terpenuhi, peluang eskalasi konflik kembali terbuka lebar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









