Akurat
Pemprov Sumsel

Operasi Otoritas Imigrasi Tak Kenal Ampun, Istri Prajurit Amerika pun Ditangkapi

Fitra Iskandar | 22 April 2026, 09:52 WIB
Operasi Otoritas Imigrasi Tak Kenal Ampun, Istri Prajurit Amerika pun Ditangkapi
Sersan Kelas Satu Jose Serrano dan istrinya, Deisy Rivera Ortega. Foto: Matthew Kozik/BBC

AKURAT.CO Seorang perempuan yang merupakan istri prajurit aktif militer Amerika Serikat ditahan oleh otoritas imigrasi di El Paso. Penahanan ini menjadi kasus kedua dalam bulan ini yang melibatkan pasangan anggota militer oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Istri Prajurit Ditahan Saat Proses Imigrasi

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS atau Department of Homeland Security (DHS) menyatakan Deisy Rivera Ortega ditangkap pada 14 April dan saat ini ditahan di fasilitas detensi di El Paso.

Rivera Ortega datang bersama suaminya, Jose Serrano, untuk mengikuti wawancara program parole-in-place, yakni kebijakan yang memungkinkan anggota keluarga militer tetap tinggal di AS selama proses imigrasi berlangsung.

“Mereka langsung membawa istri saya pergi,” kata Serrano kepada BBC.

Ia mengaku terpukul dan kebingungan setelah penahanan tersebut.

“Saya mencari di internet bagaimana cara membantu istri saya. Kalau tidak, saya hanya mondar-mandir di rumah atau mengemudi berjam-jam tanpa tujuan,” ujarnya.

Status Imigrasi dan Rencana Deportasi

DHS menyebut Rivera Ortega sebagai “imigran ilegal dengan catatan kriminal” asal El Salvador, yang pernah dihukum karena masuk ke AS secara ilegal.

Menurut kuasa hukumnya, Matthew James Kozik, Rivera Ortega masuk ke AS pada 2016 melalui wilayah Rio Grande dan mengajukan suaka.

Dokumen pengadilan menunjukkan pada 2019 hakim memerintahkan deportasi ke El Salvador. Namun, dalam putusan yang sama, ia juga diberikan perlindungan berupa penangguhan deportasi berdasarkan konvensi anti-penyiksaan, sehingga tidak dapat dipulangkan ke negara asal karena berisiko mengalami kekerasan.

Status tersebut memungkinkan Rivera Ortega tetap tinggal di Amerika Serikat.

Meski demikian, pada masa pemerintahan kedua Donald Trump, DHS disebut mulai menerapkan deportasi ke negara ketiga. ICE dikabarkan berencana memulangkan Rivera Ortega ke Meksiko.

Kuasa hukum menilai penahanan tersebut tidak berdasar.

“Ia sudah mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” kata Kozik.

Kronologi Penangkapan

Serrano mengatakan ia mengantar istrinya ke kantor US Citizenship and Immigration Services (USCIS) untuk wawancara. Namun dalam pertemuan itu, petugas menyatakan ada masalah pada aplikasi Rivera Ortega.

Pasangan tersebut kemudian diarahkan ke sebuah lorong, sebelum petugas ICE muncul dan langsung menahan Rivera Ortega.

“Butuh satu atau dua menit bagi saya untuk bereaksi. Lalu saya bertanya, ‘apa yang terjadi, ke mana mereka membawanya?’,” ujar Serrano.

Itu menjadi momen terakhir ia melihat istrinya secara langsung. Hingga kini, langkah hukum selanjutnya masih belum jelas.

Latar Belakang dan Kasus Serupa

Serrano, warga kelahiran Puerto Rico, telah bertugas di Angkatan Darat AS selama hampir 28 tahun dan pernah ditempatkan di Afghanistan.

Ia menikah dengan Rivera Ortega pada Juni 2022 di Westbury.

Meski menghadapi situasi sulit, Serrano menyatakan tetap bangga dengan pengabdiannya.

“Saya mencintai Angkatan Darat. Jika harus mengulang, saya akan melakukannya lagi,” katanya.

Sebelumnya, ICE juga sempat menahan istri prajurit lain, Annie Ramos (22), selama lima hari sebelum akhirnya dibebaskan. Ramos merupakan imigran tanpa dokumen asal Honduras yang dibawa ke AS sejak kecil.

Sumber: BBC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.